YAHUKIMO — Kondisi pendidikan di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, tengah berada di titik nadir. Alumni Sekolah Dasar (SD) YPK Maranatha Ibiroma bersama orang tua siswa, tokoh gereja, adat, serta pemuda mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Dinas Pendidikan segera mencopot kepala sekolah yang dinilai menelantarkan tugasnya.
Tuntutan ini merupakan buntut dari tidak adanya respons atas surat permohonan pergantian yang telah diajukan sejak Januari 2025 lalu.
Sekolah Terbengkalai, Kepsek Menetap di Dekai
Warga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2020, proses belajar mengajar di SD YPK Ibiroma praktis terhenti. Kepala sekolah yang menjabat dilaporkan tidak pernah berada di tempat tugas dan justru menetap di Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.
Akibatnya, gedung sekolah kini terbengkalai dengan kondisi yang memprihatinkan; rumput liar tumbuh tinggi menutupi bangunan, serta fasilitas meja dan kursi yang rusak karena tidak terawat.
“Anak-anak kami sudah menjadi korban selama lima tahun. Tidak ada proses belajar mengajar. Kami mendesak Dinas Pendidikan bertindak cepat karena surat yang kami masukkan tahun lalu hingga kini belum ada respons,” tegas Ali Hesegem dan Melkias Heluka, Ketua Alumni SD YPK Ibiroma, Selasa (17/2/2026).
Aksi Bertepatan dengan HUT Pekabaran Injil
Desakan ini kembali mencuat setelah para tokoh masyarakat melakukan pertemuan krusial pada 5 Februari 2026, bertepatan dengan momentum Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat sepakat untuk melakukan aksi penuntutan demi menyelamatkan masa depan generasi muda di Distrik Kurima.
Yan Lagowan, salah satu orang tua murid, menyatakan bahwa kegagalan kepemimpinan sekolah selama lima tahun terakhir telah merugikan hak dasar anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Masyarakat Minta Kepsek yang Loyal di Tempat Tugas
Sebagai solusi, masyarakat dan alumni bersepakat meminta agar Bupati Yahukimo menunjuk kepala sekolah baru yang memiliki komitmen tinggi untuk menetap di lokasi tugas.
“Kami meminta Kepala Sekolah yang bisa bertahan dan betah di tempat tugas untuk menjalankan proses belajar mengajar seperti biasanya. Kami tidak ingin pendidikan anak-anak kami dikorbankan lagi,” tambah Yan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Distrik Kurima masih menunggu langkah konkret dari Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo agar aktivitas di SD YPK Ibiroma dapat kembali normal.












