KLATEN — Tren “Desa Sultan” di Kabupaten Klaten terus berlanjut. Menyusul kesuksesan empat desa lainnya, Pemerintah Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, resmi menggelar aksi BUMDes Berbagi menjelang Lebaran 2026. Pada Rabu (11/3/2026), sebanyak 2.375 warga menerima paket bantuan sosial dengan total anggaran fantastis mencapai hampir Rp600 juta.
Setiap warga yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) berhak menerima uang tunai sebesar Rp150.000 dan paket beras 5 kg hanya dengan menunjukkan KTP.
Keuntungan Bersih Berkat Pengelolaan Profesional
Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jaryanto, menegaskan bahwa anggaran bantuan ini murni bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) BUMDes yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes).
“Ini adalah bentuk pengembalian keuntungan kepada rakyat. Omzet BUMDes kami terus meroket; dari semula Rp4 miliar, pasca-Covid hingga tahun 2025 melonjak hingga Rp13 miliar. Setelah dialokasikan untuk pembangunan dan aset, pendapatan bersih kita di tahun 2025 mencapai Rp1,4 miliar,” ungkap Mujahid.
BUMDes Berhasil Beli Sawah Rp3,2 Miliar
Keberhasilan BUMDes Sidowayah tidak hanya terlihat dari bagi-bagi uang tunai. Dana kelolaan dari unit usaha objek wisata Umbul, resto, toko BUMDes, hingga jasa layanan lainnya telah dikonversi menjadi aset desa yang produktif.
Beberapa pencapaian strategis BUMDes Sidowayah antara lain:
-
Akuisisi Aset: Pembelian lahan sawah senilai Rp3,2 miliar.
-
Pengembangan Wisata: Pembangunan Umbul senilai Rp2,5 miliar.
-
Program Sosial: Santunan kematian bagi warga dan pendanaan pembangunan di seluruh tingkat RT.
Rencana Masa Depan: PBB Gratis dan Iuran BPJS
Tak berhenti di bantuan Lebaran, Pemerintah Desa Sidowayah tengah menggodok program revolusioner untuk tahun-tahun mendatang. Mujahid merencanakan agar hasil BUMDes ke depan dapat digunakan untuk membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga.
“Kami juga berencana meng-cover pembayaran BPJS bagi warga yang kepesertaannya telah dinonaktifkan oleh pemerintah pusat. Kami ingin kemakmuran BUMDes benar-benar menjadi jaring pengaman sosial bagi seluruh warga Sidowayah,” pungkasnya.
Langkah Desa Sidowayah ini semakin mengukuhkan Kabupaten Klaten sebagai pelopor nasional dalam tata kelola BUMDes yang mandiri, inovatif, dan berorientasi sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat desa.












