JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan apresiasi kepada Pertamina atas inisiasi mereka dalam memproduksi bahan bakar pesawat terbarukan, atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang berasal dari minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Peluncuran komersial SAF ini dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (20/8/2025).
Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, Putu Eka Cahyadhi, yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk dukungan Indonesia terhadap target nol emisi global pada 2050.
“Implementasi SAF oleh PT. Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT. Pertamina Patra Niaga (PPN) ini sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap tujuan jangka panjang global ICAO yang bersifat aspiratif,” ujar Putu.
Ia menjelaskan bahwa peluncuran SAF dengan campuran 3% ini merupakan tonggak penting bagi industri penerbangan Indonesia dalam transisi menuju energi bersih. Untuk mendukung inisiatif ini, Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan Surat Edaran nomor SE.007/DKPPU/V/2025 pada Mei 2025, yang mengatur standar penggunaan SAF.
Komersialisasi SAF ini diharapkan menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi pemimpin dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi udara.












