AGATS — Suasana tenang di Ibu Kota Kabupaten Asmat, Agats, berubah mencekam pada Senin (11/05/2026). Konflik terbuka pecah di kawasan Jalan Bhayangkara, mempertemukan massa dari Kompleks Mimika dengan gabungan kelompok dari Kompleks Pelabuhan Lama dan Pelabuhan Fery.
Insiden berdarah ini mengakibatkan sedikitnya delapan orang dilarikan ke rumah sakit setelah dihujani tembakan senapan angin PCP dan lemparan bom molotov di tengah pemukiman padat penduduk.
Kronologi: Berawal dari Pesta, Berakhir Petaka
Kapolres Asmat, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., mengungkapkan bahwa bentrokan ini merupakan eskalasi dari friksi yang terjadi pada Sabtu malam sebelumnya. Perselisihan bermula dari sebuah acara ulang tahun di Kompleks Mimika yang semula diniatkan sebagai perayaan, namun berakhir ricuh dan menyulut dendam antar-kelompok.
“Situasi memuncak pada Minggu malam hingga Senin pagi dengan keterlibatan massa yang lebih besar. Penggunaan instrumen berbahaya seperti bom molotov dan senapan angin PCP membuat situasi sempat sulit dikendalikan,” ujar AKBP Wahyu Basuki dalam keterangannya.
Kondisi Korban: Luka Tembak di Bagian Vital
Konflik ini memakan korban yang didominasi oleh kelompok usia produktif, yakni remaja dan dewasa muda. Tim medis di RS Perpetua J. Safanpo saat ini tengah melakukan penanganan intensif terhadap para korban yang menderita luka-luka serius.
Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat keparahan korban sangat mengkhawatirkan:
-
Luka Kepala: Tiga korban berinisial PW, SOS, dan NR dilaporkan terkena tembakan senapan angin di area kepala.
-
Luka Lainnya: Lima korban lainnya menderita luka tembus akibat proyektil di bagian dada, lengan, hingga kaki.
Respons Otoritas: Peringatan Keras dan Seruan Damai
Polres Asmat telah menyiagakan personel di titik-titik rawan sepanjang Jalan Bhayangkara untuk mencegah adanya aksi balasan. Kepolisian juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba memprovokasi massa atau memanaskan situasi melalui isu-isu yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Fokus utama saat ini adalah pemulihan korban dan memastikan agar eskalasi konflik tidak meluas lebih jauh,” tegas Kapolres.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat serta melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat dari kedua belah pihak guna mengupayakan perdamaian permanen di wilayah Agats.













