MPR RI Evaluasi Total LCC Empat Pilar Kalbar Usai Viral Penilaian Juri Dipertanyakan

JAKARTA — Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI memberikan tanggapan resmi terkait polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial. MPR memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh guna menjaga sportivitas dan transparansi perlombaan, Senin (11/05/2026).

Langkah ini diambil setelah publik menyoroti sesi rebutan, di mana dewan juri dinilai memberikan skor berbeda untuk dua jawaban peserta yang terdengar serupa.

Penelusuran Internal dan Evaluasi Teknis

Setjen MPR RI menyatakan bahwa panitia pelaksana tengah melakukan penelusuran internal terkait proses penilaian pada sesi yang dipersoalkan. Fokus evaluasi akan mencakup berbagai aspek teknis guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

“Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi, serta tata kelola keberatan dalam perlombaan,” tulis Setjen MPR RI dalam rilis resminya.

MPR menegaskan bahwa sebagai sarana pembelajaran nilai kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), pelaksanaan LCC harus menjunjung tinggi objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif.

Kronologi Polemik Artikulasi Jawaban

Persoalan ini mencuat saat babak final yang mempertemukan tiga regu di Kalimantan Barat. Dalam sesi rebutan mengenai proses pemilihan anggota BPK, regu C dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban yang kemudian diberi nilai minus lima oleh juri. Namun, saat pertanyaan yang sama dijawab oleh regu B dari SMAN 1 Sambas dengan redaksi yang identik, juri justru memberikan nilai 10.

Protes sempat dilayangkan oleh peserta dari regu C di lokasi lomba. Menanggapi hal tersebut, salah satu dewan juri, Indri Wahyuni, menjelaskan bahwa perbedaan nilai tersebut didasarkan pada artikulasi jawaban. Menurut juri, jawaban regu C tidak terdengar jelas sehingga juri berhak memberikan nilai minus. Penjelasan ini kemudian menjadi sorotan warganet karena dinilai kurang konsisten dalam menjaga substansi penilaian.

Apresiasi terhadap Masukan Publik

Pihak MPR RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan masyarakat yang telah memberikan perhatian kritis terhadap jalannya lomba. Masukan tersebut dianggap sebagai bahan evaluasi penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pendidikan kebangsaan.

Setjen MPR juga mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif dan menghormati para peserta didik yang telah berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *