Dusun Sempukidul Kasembon Malang Adakan Acara Sakral Bersih Deso

Dusun Sempukidul Desa Wonoagung Kasembon Malang Jawa Timur adakan acara Hajatan Desa atau yang dikenal dengan sebutan Bersih Deso yang bertempat di halaman rumah Kepala Dusun Sempukidul Bapak Ilham Triwiono dan diikuti oleh seluruh warga Dusun, 19 Juni 2024.

Bersih Deso merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh warga Dusun Sempukidul dan menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi masyarakat, hal ini juga dilakukan oleh masyarakat lainnya yang ada di Malang Jawa Timur di Dusunnya masing-masing.

Kegiatan ini berlangsung secara sakral dan hikmat dengan dibagi 3 (tiga) sesi acara, untuk acara pertama pada malam hari dengan doa bersama, sholawatan, tahlilan dan mengaji yang dipimpin oleh ustadz atau takmir masjid dan dilanjutkan dengan acara melekan atau jagongan semalam suntuk yang diikuti oleh sebagian masyarakat khususnya kaum laki-laki.

Acara kedua pagi hari yaitu selamatan/ hajatan dan doa bersama masyarakat yang dilaksanakan di Punden atau tempat keramat/ bertuah yang disakralkan di Dusun Sempukidul. Acara dipimpin oleh Sesepuh Dusun atau tokoh adat yang dituakan yaitu Bapak Solikin. Dilanjutkan dengan acara ketiga yang dilanjutkan dengan selamatan/ hajatan bersama seluruh masyarakat di kediaman Bapak Kepala Dusun.

Bapak Solikin selaku tokoh masyarakat/ tokoh adat menyampaikan kepada awak media bahwa acara ini dilaksanakan secara turun-temurun dan akan terus dilestarikan, karena acara ini dipercaya merupakan ajaran leluhur guna memohon berkah kepada Allah SWT agar warga Dusun Sempukidul aman, slamet, penuh keberkahan rejeki halal, berkecukupan, sehat dan tidak kekurangan suatu apapun.

Bapak Ilham Triwiono, Kepala Dusun Sempukidul menyampaikan kepada awak media bahwa hal ini merupakan kegiatan positif karena didalamnya menyampaikan pesan-pesan moral tentang pentingnya bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki dan keberkahan hidup, lain daripada itu kegiatan Bersih Deso merupakan bagian dari napak tilas para leluhur pendiri Dusun Sempukidul yang pelu dilestarikan karena selain memperingati lahirnya Dusun Sempukidul juga nguri-uri budaya yang tak lepas dari tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

Kepala Dusun Sempukidul berharap adanya tradisi ini dapat menumbuhkembangkan rasa kekeluargaan, gotong royong dan saling menjaga hubungan baik antar warga dengan tidak memandang status sosial maupun kepercayaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *