JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menggebrak sektor maritim nasional dengan meluncurkan mega proyek pembangunan 1.582 unit kapal ikan modern untuk nelayan di seluruh Indonesia. Pengumuman besar ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Kota Gorontalo.
Langkah berani ini dirancang untuk mendongkrak produktivitas nelayan lokal agar segera “naik kelas” melalui modernisasi armada tangkap serta memperkuat kedaulatan ekonomi wilayah pesisir.
Untuk Rakyat Tidak Ada Kata Ragu
Di hadapan ratusan nelayan tradisional, Presiden Prabowo menegaskan bahwa realisasi fisik bantuan kapal canggih ini akan langsung dikebut mulai tahun anggaran ini sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah pada ekonomi rakyat kecil.
“Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” tegas Presiden Prabowo dengan nada optimistis.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjabarkan bahwa total 1.582 kapal tersebut akan diproduksi secara bertahap mulai tahun 2026 hingga target rampung pada 2028. Dari total armada tersebut, sebanyak 1.000 unit merupakan kapal besar berkapasitas di atas 30 Gross Ton (GT) yang akan dihibahkan melalui sistem koperasi nelayan setempat.
Lobi Internasional: Disokong Penuh PM Inggris
Menariknya, program peremajaan kapal ikan massal ini tidak hanya mengandalkan kekuatan domestik, melainkan sukses memanen dukungan internasional yang masif.
Dalam lawatan diplomatiknya ke London, Inggris, awal tahun ini, rencana Presiden Prabowo menertibkan dan memodernisasi armada laut Indonesia mendapat lampu hijau dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Melalui pertemuan bilateral resmi di Downing Street, Pemerintah Inggris berkomitmen penuh mendukung skema pembiayaan dan teknologi kerja sama maritim untuk menyukseskan pembangunan ribuan kapal tersebut.
Pemerintah juga memastikan seluruh proses perakitan kapal wajib diproduksi di dalam negeri guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional serta membuka ribuan lapangan kerja baru bagi anak bangsa.
Tahap Awal 2026: Kejar 50 Unit Kapal Perdana
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menambahkan bahwa untuk fase awal di tahun 2026 ini, fokus utama KKP adalah menyelesaikan 50 unit kapal modern percontohan dengan standardisasi kelayakan teknis yang ketat dan tersertifikasi.
Paralel dengan pembagian kapal, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung melalui proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dari target 100 lokasi pusat ekonomi pesisir terpadu, sebanyak 65 titik KNMP telah sukses dirampungkan. KKP memastikan nelayan Indonesia tidak lagi menjadi penonton di lautnya sendiri, melainkan menjadi aktor utama penguasa kekayaan laut nusantara.












