Charoen Pokphand Foundation Indonesia Gelar Bakti Pada Guru di Kutai Kartanegara, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

KUTAI KARTANEGARA – Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui kegiatan Bakti Pada Guru yang digelar selama dua hari, 9-10 Juni 2026, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kegiatan yang mengusung tema Penguatan Pendidikan Karakter dengan Konsep Guru IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, Berakhlak, dan Luhur Budi) tersebut dibuka dengan penampilan Tari Nusantara yang mencerminkan keberagaman budaya masyarakat Muara Badak.

Berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi UNDIP

Program Bakti Pada Guru diselenggarakan CPFI bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip). Hingga saat ini, program tersebut telah dilaksanakan di 37 kabupaten/kota di Indonesia dan memberikan pelatihan penguatan pendidikan karakter kepada sekitar 3.088 guru.

Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Andi Magdalena Siadari, S.H., M.H., mengatakan pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda, khususnya pada usia remaja.

“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan karakter bagi perkembangan anak usia remaja, karena pada masa tersebut kita dapat membentuk generasi muda yang akan datang,” ujarnya.

Guru Memiliki Peran yang Tak Tergantikan

Trainer sekaligus mantan Dekan Fakultas Psikologi Undip, Dr. Hastaning Sakti, M.Kes., Psikolog, menegaskan bahwa guru memiliki jasa besar dalam perkembangan bangsa dan tidak dapat tergantikan.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bentuk dedikasi dan kepedulian Charoen Pokphand Foundation Indonesia bersama Universitas Diponegoro kepada para guru di Muara Badak.

“Guru merupakan bagian yang tidak tergantikan bagi perkembangan generasi bangsa. Mari mengikuti pelatihan ini dengan antusias dan penuh kegembiraan karena ini merupakan bentuk kepedulian kepada para guru,” katanya.

Berperan dalam Perekonomian Daerah

Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Iwan Hermawan, S.Pt., M.Si., menyebut keberadaan Charoen Pokphand turut memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Muara Badak.

Ia mengatakan sekitar 90 persen tenaga kerja yang terserap di perusahaan berasal dari Kecamatan Muara Badak.

“Keberadaan Charoen Pokphand sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah karena hampir 90 persen tenaga kerja berasal dari Kecamatan Muara Badak,” ujarnya.

Perusahaan Swasta Didorong Peduli Pendidikan

Sementara itu, Dr. Tulus Sutopo menilai program Bakti Pada Guru menjadi contoh nyata kebijakan perusahaan swasta yang berorientasi pada penguatan sektor pendidikan.

Menurutnya, guru merupakan garda terdepan dalam mendampingi perkembangan peserta didik, sehingga sudah sepatutnya mendapat perhatian dan apresiasi.

“Charoen Pokphand menjadi contoh bagaimana perusahaan swasta memberikan penghargaan kepada para guru melalui kegiatan Bakti Pada Guru,” katanya.

Didukung Sejumlah Unit Usaha di Kalimantan Timur

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan unit usaha Charoen Pokphand di Kalimantan Timur, antara lain PT Charoen Pokphand Jaya Farm, PT MSJ, Primafood, BISI, PT SHS, PT IMA, Agrico, Nugen, serta PT Poly Packaging Industry.

Kehadiran berbagai unit usaha tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada pembentukan generasi penerus bangsa yang berkarakter.

Melalui program Bakti Pada Guru, Charoen Pokphand Foundation Indonesia berharap dapat terus hadir dan terlibat aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *