JAKARTA – Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, memberikan apresiasi kepada Ketua FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai, Afri, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota atas peran aktif mereka dalam mengawal pemberitaan serta memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terkait sengketa lahan Tanjung Sari.
Apresiasi tersebut disampaikan Syamsul Bahri di Jakarta, Minggu (26/7/2026). Menurutnya, langkah yang dilakukan FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai menunjukkan komitmen media dalam menghadirkan informasi yang berimbang sekaligus meningkatkan literasi hukum masyarakat.
Dinilai Konsisten Sajikan Pemberitaan Berimbang
Syamsul Bahri menilai pengurus FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai telah menjalankan fungsi media secara profesional dengan mengedepankan prinsip independensi, objektivitas, dan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Menurutnya, pemberitaan yang berimbang sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai proses hukum yang sedang berlangsung tanpa memunculkan polemik yang tidak substansial.
“Peran aktif FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai di bawah kepemimpinan Saudara Afri membuktikan bahwa media tidak hanya bertindak sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai instrumen edukasi publik yang menjaga kedamaian serta kepastian hukum di tengah dinamika sengketa tanah masyarakat,” ujar Syamsul Bahri.
Dorong Peningkatan Literasi Hukum Masyarakat
Selain menjalankan fungsi jurnalistik, FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai juga dinilai berkontribusi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan sengketa lahan.
Melalui pemberitaan yang mengacu pada proses hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan, masyarakat diharapkan dapat memahami tahapan penyelesaian perkara, khususnya yang berkaitan dengan sengketa keperdataan di lingkungan peradilan.
Syamsul menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara edukatif sehingga mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Media Berperan Mengawal Transparansi Proses Hukum
Menurut Syamsul Bahri, media juga memiliki fungsi sebagai pengawas sosial (social control) yang turut mendorong proses penegakan hukum berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel.
Ia berharap semangat yang ditunjukkan FORSIMEMA-RI Luwuk Banggai dapat menjadi contoh bagi seluruh pengurus FORSIMEMA-RI di berbagai daerah dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Dengan pemberitaan yang objektif dan edukatif, media dapat menjadi jembatan antara proses hukum dengan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia,” tutupnya.












