JOMBANG – Bupati Jombang, Abah Warsubi, mengambil langkah proaktif dengan mengundang tokoh masyarakat, khususnya dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jombang, untuk berkoordinasi. Pertemuan ini diadakan di Pendopo Kabupaten pada Senin (1/9/2025) sebagai respons terhadap situasi kerusuhan yang terjadi di tingkat nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Warsubi juga menyampaikan rencana strategis terkait kebijakan fiskal daerah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten akan menurunkan sejumlah tarif pajak untuk meringankan beban masyarakat. Meski mengakui langkah ini akan berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia berjanji akan mencari cara lain untuk meningkatkan pemasukan daerah.
Menanggapi situasi nasional, Warsubi menjelaskan bahwa ia berkewajiban untuk memastikan Jombang tetap kondusif dan aman bagi semua warganya. Pihak INTI menyambut baik inisiatif bupati dan berharap adanya jaminan keamanan, terutama bagi komunitas Tionghoa sebagai kelompok minoritas.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan INTI, Ibu Maria, menjelaskan bahwa perhimpunan mereka berfokus pada kegiatan sosial dan budaya. Ia berharap pemerintah kabupaten dapat menggandeng INTI dalam berbagai kegiatan di Jombang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.
INTI juga berjanji akan mengajak seluruh anggotanya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan dengan terus hidup berdampingan. Abah Warsubi berharap kolaborasi ini dapat menjaga Jombang tetap aman dan konflik nasional dapat segera mereda.













