Atlet Kota Pasuruan Ngamuk! Buang dan Injak Plakat Penghargaan karena Bonus Porprov IX Jatim Tak Sesuai Janji

PASURUAN — Kekecewaan mendalam menyelimuti para pahlawan olahraga Kota Pasuruan peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2025. Alih-alih merayakan prestasi, para atlet justru melakukan aksi protes keras dengan membuang dan menginjak-injak plakat penghargaan di depan umum.

Aksi tersebut dilakukan sesaat setelah acara pemberian bonus secara simbolis oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, pada Rabu (25/2/2026). Para atlet menilai pemerintah kota telah mengingkari komitmen terkait besaran reward yang dijanjikan sebelumnya.

Ingkar Janji yang Melukai Perjuangan

Robiatul Adawiyah, atlet wushu peraih medali emas, mengungkapkan bahwa kemarahan para atlet dipicu oleh ketidaksesuaian nominal bonus dengan janji manis yang diberikan sebelum mereka bertanding.

“Iya, kami kecewa. Kekecewaan ini bukan kecil karena yang kami terima hari ini sangat jauh dari yang dijanjikan kepada kami sebelum bertanding,” tegas Robiatul saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, janji bonus tersebut awalnya disampaikan pemerintah sebagai pemantik motivasi bagi para atlet agar berjuang maksimal di arena. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan mereka.

Bukan Sekadar Nominal, Tapi Soal Harga Diri

Bagi para atlet, persoalan ini bukan melulu soal angka, melainkan bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah mereka berikan untuk mengharumkan nama Kota Pasuruan.

“Kami latihan bertahun-tahun, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya sendiri. Ketika prestasi sudah kami berikan, justru komitmennya berubah. Ini bukan sekadar soal nominal reward, ini soal keseriusan pemerintah dalam menghargai atletnya,” tambah Robiatul.

Dampak pada Iklim Olahraga Daerah

Aksi simbolis menginjak plakat ini menjadi tamparan keras bagi dinamika olahraga di Kota Pasuruan. Para atlet menegaskan bahwa mereka bertanding demi kehormatan daerah, namun merasa dicederai oleh inkonsistensi kebijakan pemerintah setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Pasuruan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemangkasan atau ketidaksesuaian bonus yang menjadi pemicu kemarahan para atlet peraih medali Porprov IX Jatim tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *