Aksi Nyata Mahasiswa STIK Polri di Nagan Raya: Bangun Sumur Bor dan Pulihkan Mental Warga Desa Tuwi Buya

NAGAN RAYA — Kepedulian terhadap masyarakat pascabencana kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Pada Rabu (11/2/2026), rombongan mahasiswa melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pemasangan sumur bor dan kegiatan trauma healing bagi warga Desa Tuwi Buya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Rombongan yang dipimpin oleh Kombes Pol Kristanto Yoga Dermawan, S.I.K., M.Si., bersama 20 mahasiswa ini bergerak cepat memberikan solusi atas sulitnya akses air bersih yang sempat dialami warga terdampak.

Solusi Air Bersih Pascabencana

Pemasangan sumur bor di Desa Tuwi Buya menjadi poin krusial dalam program pengabdian ini. Kebutuhan air bersih merupakan fasilitas dasar yang paling mendesak pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

“Kehadiran kami bukan hanya memberikan bantuan fisik berupa sumur bor, tetapi juga memberikan dukungan moril. Polri harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata serta menjadi penguat dalam setiap situasi,” ujar Kombes Pol Kristanto Yoga Dermawan di lokasi kegiatan.

Pemulihan Psikologis Secara Berkelanjutan

Selain bantuan fisik, tim Sindikat STIK juga menggelar trauma healing. Kegiatan ini bertujuan memulihkan semangat dan kondisi psikologis warga agar tidak larut dalam trauma pascabencana.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sebelumnya yang telah sukses dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuala, di mana para mahasiswa memberikan edukasi kebencanaan dan pendampingan serupa kepada para pelajar.

Sinergi Polri dan Masyarakat

Masyarakat Desa Tuwi Buya memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa STIK/PTIK Lemdiklat Polri. Bantuan ini dinilai sangat tepat sasaran karena menyentuh kebutuhan primer warga.

Selama kegiatan berlangsung, suasana keakraban antara perwira mahasiswa dan warga sangat terasa. Kombes Pol Kristanto berharap sumur bor tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, sekaligus menjadi simbol sinergi yang kokoh antara Polri dan warga dalam membangun ketahanan sosial di Kabupaten Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *