KONAWE SELATAN — Mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO), sukses menggelar Kemah Bakti Lingkungan (KBL) ke-XII di Desa Amoito Siama, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 Januari 2026 ini menjadi bukti nyata peran akademisi dalam menjaga kelestarian ekosistem lokal.
Agenda ini bukan sekadar rutinitas kaderisasi, melainkan sarana implementasi keilmuan mahasiswa untuk merespon isu kerusakan lingkungan yang semakin kompleks.
Kampanye Lingkungan dan Bakti Sosial di Tengah Masyarakat
Puncak aksi nyata dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2026), di mana seluruh peserta dan panitia terjun langsung melakukan aksi peduli lingkungan, kampanye sadar sampah, hingga bakti sosial. Langkah ini merupakan respon aktif mahasiswa terhadap polemik kerusakan lingkungan yang kian marak akibat aktivitas manusia.
“Kami ingin menghadirkan peran nyata mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO di tengah masyarakat. Kegiatan ini menanamkan kepedulian dan kepekaan yang tidak hanya didapat di bangku kuliah,” ujar Azrul, Ketua Panitia KBL ke-XII.
Penanaman Pohon: Simbol Komitmen Keberlanjutan
Menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (18/1/2026), para mahasiswa melakukan aksi penanaman pohon di sekitar lokasi perkemahan. Aksi ini menjadi simbol komitmen jangka panjang mahasiswa Ilmu Lingkungan UHO dalam mendukung keberlanjutan ekosistem di Sulawesi Tenggara.
Selain aksi fisik, KBL XII juga menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk merancang solusi berkelanjutan atas persoalan lingkungan di wilayah pedesaan.
Harapan Menjadi Agen Perubahan
Melalui Kemah Bakti Lingkungan ini, mahasiswa diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan (agent of change). Tidak hanya kritis terhadap regulasi, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Amoito Siama.
Sinergi antara mahasiswa, pihak fakultas, dan warga desa ini diharapkan terus berlanjut guna menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan terjaga bagi generasi mendatang.













