Majene – Jufri, M.Pd dalam sambutannya selaku Ketua Yayasan, terharu dan menangis membayangkan antusias kerjasama yang baik dari RW 10 Rusung, yang telah berkontribusi banyak mulai dari air, bahkan rumah pondok dan bangunan melibatkan masyarakat Rusung, dalam bahasa Mandar beliau mengatakan, “Ma’barakka sannal i anna diang pammasena to Rusung lao” di Yayasan atau Pondok Pesanteren Yayasan Khairuannas ini. Beliau juga membahas mengenai sejarah Ponpes tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene Bapak Dr. H. Syamsuhri Halim, M. Pd. menghadiri penamatan siswa-siswi kelas XII MA dan Kelas IX MTs Khaeruannas angkatan ke-2 dengan tema “Melangkah bersama menuju masa depan gemilang” tahun ajaran 2023-2024, Minggu (09/06/2024).
H. Syamsuri Halim dalam sambutannya mengatakan,”Yang namanya merintis semuanya harus kekurangan, karena merintis itu memunculkan apa yang tidak ada dan semua permulaan Madrasah itu dari desa tidak ada Madrasah berawal dari kota semuanya bermula dari desa, semua pekerjaan kalau tidak didasari oleh niat dan keikhlasan maka akan dipandang kecil oleh Allah SWT, saya merasa senang sekali karena saya diundang di acara ini dan melihat keadaan sekolah, inilah aslinya sebenarnya Madrasah,” pungkasnya.
“Ada dua aspek determinan yang bisa mempengaruhi anak-anak kita supaya bisa menjadi anak yang berhasil dan sukses di masa depan ukuran ini didasarkan oleh sebuah asumsi bahwa ukuran kecerdasan anak itu ketika dia jujur, bertanggung jawab, empati, punya atensi, pejuang sosial, dan sebaliknya ukuran seorang anak ketika dia gagal kalau dia pintar matematika dan kimia tapi tidak punya atensi sosial, tanggung jawab, pertemanan, tidak bisa diatur dan tidak punya mobilitas maka dari penelitian ini ada dua determinan yang paling mempengaruhi kecerdasan anak yaitu ketulusan hati para pemegang pendidikan dan motivasi guru dengan siswa,” ungkapnya.
“Hubungan guru dan siswa itu bukan hubungan pengetahuan tapi hubungan motivasi karena sumber kecerdasan itu bukan pengetahuan tapi bagaimana seorang guru bisa membangkitkan seorang anak sehingga bisa menjadi manusia yang cerdas. Saya tidak percaya kalau ada seorang siswa bisa berhasil masuk di Olimpiade karena sekolah swasta ini juga kekurangan fasilitas tidak ada sarananya tapi ada dua determinan yang dimiliki oleh guru, yayasan, komite dan masyarakat sekitar,” tutupnya.
Hadir dalam Pelepasan Siswa-siswi Pondok Pesantren Yayasan Khairuannas MTs dan MA. Kanwil Kemenag Kab. Majene beserta staf, para pengurus yayasan, RT/RW setempat yakni Rusung, Panggalo, dan para orangtua siswa.
Nama-nama Siswa-siswi Alumni ke II tahun 2024 MA Khaeruannas:
Nur Arifah (peringkat pertama) lulusan terbaik, Amri (peringkat kedua) lulusan terbaik, Zasmita (peringkat ketiga) lulusan terbaik, Kamaria, Sarina, Sanawiyah, Sahrul Ananta Ibrahim.
Siswa MTs Alumni Ke II ada 11 orang:
Ahmad Rifa’i (peringkat pertama) lulusan terbaik, Bunga, Lisa, Lukpiah, Muh Arkam, Anwar, Muh. Amar, Musrifah, Nayla Ilham, Nur Faiqah, dan Salbia.
Kegiatan perpisahan dan penamatan MTs dan MA ini dihadiri hampir kurang lebih 300 orang, warga Rusung dan Panggalo yang antusias menyaksikan kegiatan tersebut.
















