Pekalongan – Dampak dari musibah yang menelan belasan anak pelajar meninggal dunia akibat study tour beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial mendapat sorotan tajam dari organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia). Pasalnya kegiatan study tour tersebut tidak berkaitan langsung dengan mata pelajaran dan terkesan hura-hura semata.
Menanggapi hal tersebut, Ketua IWO Indonesia DPD Pekalongan Raya, Antonius Sutarko, menganggap bahwa disaat situasi ekonomi sedang sulit seperti sekarang ini sangat memberatkan bagi wali murid ditambah resiko dalam pelaksanaannya.
Antonius Sutarko mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan agar segera mengeluarkan surat edaran pelarangan study tour tersebut di semua tingkatan sekolah baik swasta maupun negeri.
“Segera keluarkan surat edaran terkait larangan study tour untuk sekolahan, karena menurut saya memberatkan orang tua atau wali murid yang kurang mampu,” ujar Ketua IWO Indonesia DPD Pekalongan Raya pada hari Jumat(15/5/2024).
Antonius menambahkan,”Jangan karena kepentingan gurunya dan pihak jasa transportasi akhirnya menyusahkan wali murid serta membahayakan jiwa para murid yang notabenenya generasi penerus bangsa. Semoga Bapak Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan untuk serius memperhatikan perihal ini,” harapnya.
Sementara itu, Naryo salah satu orang tua murid mengungkapkan kekecewaannya terhadap sekolahan yang mengadakan study tour. Ia mengaku merasa keberatan karena seolah-olah dipaksa oleh sekolah agar anaknya ikut study tour, sebab jika tak ikut study tour dibebani biaya separuh dari iuran tersebut.












