Ribuan Petani Sawit Sungai Bahar Siap Bertransformasi, Adopsi Pertanian Regeneratif Menuju Kebun Berkelanjutan

SUNGAI BAHAR – Ratusan petani kelapa sawit swadaya di kawasan Sungai Bahar mulai beralih menuju pola budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan pelatihan Best Management Practices Regenerative Agriculture (BMP REG-AG) yang menggabungkan pembelajaran teori di kelas dengan pendampingan langsung di lapangan.

Program ini menyasar seluruh pelaku sektor perkebunan sawit, mulai dari petani pemilik kebun, baik laki-laki maupun perempuan berusia di atas 17 tahun, hingga para pekerja kebun seperti pemanen dan buruh pupuk.

Target Latih 3.000 Petani Sawit

Koordinator Program, Rusdarmi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tata kelola perkebunan sawit rakyat di kawasan Sungai Bahar dan sekitarnya.

Menurutnya, program ini ditargetkan mampu menjangkau ribuan petani sepanjang tahun 2026.

“Kami menargetkan pelatihan bagi 3.000 petani di kawasan Sungai Bahar Grup dan sekitarnya pada tahun ini. Ini merupakan langkah besar agar praktik-praktik keberlanjutan dapat diterapkan langsung oleh petani di lapangan,” ujar Rusdarmi.

Pemerintah Desa Beri Apresiasi

Program pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat. Perangkat Desa Sumber Jaya Unit 19, Kecamatan Bahar Selatan, Imamudin, mengapresiasi inisiatif yang dinilai mampu meningkatkan kualitas pengelolaan kebun masyarakat.

Menurutnya, para petani kini mulai memahami pentingnya perencanaan dan pengelolaan kebun yang lebih terstruktur.

“Kami sangat senang dengan adanya pelatihan ini. Sekarang petani dalam melakukan perawatan kebun tidak sembarangan lagi. Semua menjadi lebih terencana dan terjadwal, mulai dari perawatan hingga manajemen panen,” katanya.

Pelatihan Interaktif dengan Metode Orang Dewasa

Pelatihan dipandu oleh trainer BMP, Syakirun dan Riki, dengan pendekatan Pelatihan Orang Dewasa (POD) yang lebih interaktif dan mudah dipahami peserta.

Dalam kegiatan tersebut, para petani mendapatkan enam materi utama yang menjadi dasar peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan sawit, meliputi:

  • Penyortiran hasil panen dan pengangkutan
  • Pemeliharaan kebun
  • Penilaian kondisi kebun
  • Pemupukan tepat guna
  • Pengendalian hama dan penyakit tanaman
  • Praktik perkebunan regeneratif

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, materi disampaikan melalui berbagai metode kreatif seperti board game miniatur sawit, flash card, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Pendampingan Langsung di Kebun Petani

Tidak berhenti pada teori, program BMP REG-AG juga dilengkapi dengan kegiatan coaching atau pendampingan langsung di kebun milik peserta.

Pada tahap ini, tim pendamping yang terdiri dari Fadlan dan Ardie membantu petani menerapkan berbagai praktik pertanian regeneratif secara langsung di lapangan.

Beberapa praktik yang diperkenalkan antara lain:

  • Penggunaan pupuk organik (organic fertilizer)
  • Teknik mulching atau pemulsaan alami dengan pelepah berbentuk huruf U
  • Pengendalian hama dan penyakit terpadu
  • Pengelolaan gulma secara mekanis dan ramah lingkungan
  • Pemanfaatan bio input seperti Tricoderma
  • Survei kebun dan pemetaan lokasi menggunakan titik koordinat

Petani Antusias Pelajari Tricoderma dan Mulsa Pelepah

Salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta adalah penggunaan Tricoderma sebagai agen hayati untuk mengendalikan jamur Ganoderma yang selama ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas kebun sawit.

Selain itu, petani juga mendapatkan pemahaman baru mengenai manfaat penyusunan pelepah sawit berbentuk liter U yang mampu menjaga kelembapan tanah serta meningkatkan kualitas lingkungan kebun.

Melalui demonstrasi langsung di lapangan, para peserta dapat melihat dan mempraktikkan sendiri teknik-teknik yang sebelumnya belum banyak diterapkan.

Harapkan Pendampingan Berkelanjutan

Meski pelaksanaan pelatihan berjalan sukses dengan jumlah peserta maksimal 25 orang per kelas agar lebih efektif, para petani berharap program pendampingan semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut mereka, keberhasilan transformasi menuju perkebunan sawit berkelanjutan membutuhkan pembinaan yang konsisten serta akses yang lebih mudah terhadap sarana produksi, khususnya pupuk organik berkualitas.

Para petani juga berharap ke depan tersedia pasokan pupuk organik dengan harga yang lebih terjangkau agar praktik pertanian regeneratif dapat diterapkan secara luas.

Menuju Sentra Sawit Berkelanjutan

Dengan target pelatihan 3.000 petani sepanjang tahun 2026, kawasan Sungai Bahar diproyeksikan menjadi salah satu contoh pengembangan perkebunan sawit swadaya yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program BMP REG-AG diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas kebun, tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan lingkungan serta mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *