Sentuhan Kemanusiaan di Hari Bhayangkara ke-80: Polres Nagan Raya Fasilitasi Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi 15 Warga

NAGAN RAYA — Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nagan Raya menunjukkan sisi humanis Polri melalui aksi bakti sosial berupa operasi bibir sumbing dan langit-langit mulut (cleft palate) secara gratis. Kegiatan yang menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat ini dipusatkan di RSUD Sultan Iskandar Muda, Sabtu (02/05/2026).

Program kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., bekerja sama dengan Koordinator Bibir Sumbing Aceh, Rahmad Maulizar, guna memberikan akses layanan medis berkualitas bagi keluarga kurang mampu.

Kehadiran Polri untuk Kualitas Hidup Masyarakat

Dalam sambutannya, AKBP Benny Bathara menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada fungsi menjaga keamanan (Kamtibmas), tetapi juga dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya anak-anak penderita bibir sumbing, agar mereka dapat memiliki kualitas hidup dan kepercayaan diri yang lebih baik. Ini adalah bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolres.

Distribusi Pasien dari Berbagai Kecamatan

Sebanyak 15 pasien dari berbagai penjuru Kabupaten Nagan Raya mendapatkan pelayanan operasi secara cuma-cuma. Adapun rincian domisili pasien meliputi:

  • Darul Makmur: 5 orang

  • Tadu Raya: 3 orang

  • Seunagan Timur: 2 orang

  • Beutong, Tripa Makmur, Kuala, Kuala Pesisir, dan Seunagan: Masing-masing 1 orang

Apresiasi dan Sinergi Lintas Sektor

Kegiatan ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Pj. Bupati Nagan Raya, Dr. T.R. Keumangan (TRK), Kasdim Nagan Raya, Direktur RSUD, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Nagan Raya, serta pengurus Bhayangkari.

Rahmad Maulizar selaku Koordinator Bibir Sumbing Aceh mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Polres Nagan Raya. Ia berharap langkah ini menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk terus bersinergi menjangkau masyarakat yang membutuhkan tindakan medis serupa di seluruh wilayah Aceh.

Aksi nyata ini membuktikan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai seremoni institusional, tetapi sebagai wujud bakti tulus untuk mengukir senyum baru bagi generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *