Tragedi Mudik KM 305: Cek Ban di Bahu Jalan Tol, Seorang Ayah Tewas Dihantam Mobil di Hadapan Dua Anaknya

TEGAL — Momen mudik yang seharusnya penuh rindu berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga kecil. Seorang ayah dilaporkan tewas seketika setelah dihantam kendaraan lain saat sedang memeriksa ban mobilnya di bahu jalan Tol Pejagan-Pemalang KM 305, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa memilukan ini terjadi tepat di hadapan kedua anaknya yang masih kecil, yang saat itu berada di dalam kendaraan menunggu sang ayah.

Kronologi: Maut Menjemput Saat Keadaan Darurat

Insiden bermula ketika korban memutuskan untuk menepikan kendaraannya di bahu jalan tol guna memeriksa kondisi ban yang diduga bermasalah. Nahas, saat korban sedang fokus mengecek ban di sisi luar, sebuah mobil dari arah belakang melaju kencang dan kehilangan kendali hingga menghantam tubuh korban dengan keras.

Benturan hebat tersebut mengakibatkan korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP).

Tangis Histeris di Tengah Jalur Mudik

Suasana di KM 305 mendadak mencekam saat warga dan pengendara lain berhenti untuk menolong. Isak tangis kedua anak korban pecah seketika saat menyadari sang ayah sudah tidak bernyawa. Bahu jalan yang sedianya menjadi area darurat, justru menjadi saksi bisu terenggutnya nyawa seorang kepala keluarga yang sedang berjuang membawa keluarganya pulang ke kampung halaman.

Pelajaran Pahit bagi Pemudik 2026

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan tol, terutama di musim arus mudik yang padat. Pihak kepolisian kembali mengeluarkan imbauan tegas terkait prosedur berhenti di bahu jalan:

  • Gunakan Segitiga Pengaman: Selalu pasang tanda peringatan minimal 30–50 meter di belakang kendaraan.

  • Nyalakan Lampu Hazard: Sebagai tanda visual utama bagi pengendara lain.

  • Menjauh dari Jalur Lalu Lintas: Jika memungkinkan, periksalah kendaraan dari sisi yang jauh dari lajur aktif (sisi kiri/luar).

  • Gunakan Layanan Derek Resmi: Jika kerusakan parah, sangat disarankan menghubungi petugas tol untuk pendampingan atau penderekan ke lokasi yang lebih aman.

Kini, kedua anak tersebut harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah. Ucapan belasungkawa terus mengalir deras di media sosial mengiringi kepergian almarhum. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *