KLATEN — Kondisi infrastruktur jalan yang gelap dan rusak di sejumlah titik wilayah Kabupaten Klaten menuai keluhan dari masyarakat. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) serta permukaan jalan yang berlubang dinilai membahayakan pengendara, khususnya saat melintas pada malam hari.
Beberapa wilayah yang menjadi sorotan warga antara lain Kecamatan Karangdowo, Juwiring, dan Wonosari. Di lokasi tersebut, hampir seluruh lampu penerangan jalan dilaporkan mati, yang memicu rasa tidak aman bagi pengguna jalan.
Fiskal Terbatas Jadi Kendala Utama
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa program “Dalan Alus, Padang, Banyu Lancar” tetap menjadi prioritas utamanya. Namun, ia mengakui adanya kendala besar pada sisi anggaran daerah.
Bupati mengungkapkan, kebutuhan PJU di Klaten mencapai 14.000 titik, sementara kemampuan finansial pemerintah daerah saat ini masih jauh dari angka tersebut.
“Ini persoalan keuangan. Kemampuan kita per tahun masih di bawah seribu titik. Setiap tahun kami menganggarkan sekitar 400 hingga 500 titik lampu baru,” ujar Hamenang saat memberikan keterangan, Kamis (12/03/2026).
Fokus pada Peningkatan PAD
Bupati menjelaskan bahwa solusi jangka panjang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur adalah dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika PAD meningkat, otomatis ruang fiskal semakin lebar. Anggaran untuk belanja pembangunan (spending) kita akan lebih besar, termasuk untuk penambahan lampu jalan. Pemerintah tidak hanya harus pandai membelanjakan uang, tapi juga meningkatkan pendapatan,” tambahnya.
Pemeliharaan Rutin dan Portal “Lapor Masbup”
Terkait pemeliharaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten dilaporkan terus melakukan pengecekan rutin setiap hari, terutama di musim hujan yang rawan memicu kerusakan instalasi listrik. Bupati meminta masyarakat bersabar mengingat panjang jalan kabupaten mencapai 600 kilometer.
“Memang tidak bisa semua ‘sulapan’ atau selesai dalam sekejap karena luasnya wilayah. Tapi insyaallah, satu per satu pasti akan kami selesaikan. Mohon doanya dari masyarakat,” kata Bupati.
Hamenang juga mengimbau warga untuk aktif melaporkan titik-titik kerusakan melalui portal resmi ‘Lapor Masbup’ via WhatsApp di nomor 0856-7567-33. Laporan yang masuk akan menjadi acuan prioritas bagi pemerintah untuk segera menindaklanjuti keluhan di lapangan.
Masyarakat kini berharap janji program “Dalan Alus, Padang, Banyu Lancar” dapat segera terealisasi demi keamanan dan kenyamanan berkendara di seluruh pelosok Klaten.












