LIVERPOOL – Liverpool FC menjadi sorotan setelah akun resmi klub mempromosikan kegiatan Pride Liverpool yang berkaitan dengan dukungan terhadap komunitas LGBT+. Unggahan tersebut memicu beragam respons dari para penggemar, termasuk munculnya seruan unfollow massal terhadap akun media sosial klub.
Polemik itu muncul di tengah persiapan Liverpool menyambut musim baru Premier League bersama pelatih anyar Andoni Iraola. Sebelumnya, The Reds mengawali tur pramusim di Amerika Serikat dengan kemenangan 4-2 atas Sunderland di Nashville, Sabtu (25/7/2026).
Liverpool Ikut Parade Pride
Melalui akun Instagram resminya, Liverpool mengumumkan akan berpartisipasi dalam parade Pride Liverpool bersama para pendukung, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Besok, kami akan bergabung dalam pawai Pride Liverpool bersama rekan-rekan, pendukung, dan pemangku kepentingan kami. Kami bangga merayakan komunitas LGBT+ di Liverpool dan sekitarnya, memperjuangkan inklusi, dukungan, dan rasa memiliki,” tulis akun resmi Liverpool.
Selain mengunggah informasi mengenai parade tersebut, Liverpool juga mengganti tampilan logo Liver Bird dengan latar bendera pelangi (Pride Flag) pada media sosialnya sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye inklusi dan keberagaman.
Tuai Pro dan Kontra
Unggahan tersebut mendapat respons beragam dari kalangan suporter. Sebagian pendukung menyampaikan dukungan terhadap langkah klub, sementara sebagian lainnya menyatakan ketidaksetujuan melalui media sosial.
Di sejumlah platform media sosial, bahkan muncul ajakan dari sebagian pengguna untuk berhenti mengikuti (unfollow) akun resmi Liverpool sebagai bentuk protes terhadap sikap klub.
Namun hingga saat ini, Liverpool belum memberikan pernyataan lanjutan terkait respons yang berkembang di media sosial tersebut.
Dukungan Bukan Hal Baru
Dukungan Liverpool terhadap komunitas LGBT+ bukan merupakan kebijakan baru. Dalam beberapa musim terakhir, klub berjuluk The Reds itu secara konsisten terlibat dalam berbagai kampanye mengenai inklusivitas dan keberagaman.
Klub juga pernah menghadirkan merchandise bertema Pride di toko resminya sebagai bagian dari kampanye tersebut, yang saat itu juga memunculkan tanggapan beragam dari para pendukung.
Liverpool bukan satu-satunya klub yang menjalankan kampanye serupa. Sejumlah klub Premier League seperti Chelsea, Arsenal, Manchester City, dan Manchester United juga pernah menyampaikan dukungan terhadap komunitas LGBT+ melalui berbagai program dan kegiatan.
Bagian dari Kampanye Premier League
Kampanye tersebut merupakan bagian dari inisiatif Premier League bertajuk Premier League With Pride, yang bertujuan mendorong inklusivitas serta memerangi berbagai bentuk diskriminasi di lingkungan sepak bola.
Chief Executive Premier League, Richard Masters, mengatakan kampanye tersebut merupakan bentuk komitmen kompetisi untuk memastikan sepak bola menjadi ruang yang terbuka bagi semua kalangan.
“Premier League With Pride menunjukkan dukungan berkelanjutan kami untuk komunitas LGBTQ+, dan komitmen kami untuk memastikan bahwa sepak bola adalah untuk semua orang dan inklusivitas tertanam di semua area permainan,” ujar Richard Masters.
Ia menambahkan, Premier League akan terus bekerja sama dengan seluruh klub untuk meningkatkan budaya inklusif sekaligus mengambil tindakan terhadap berbagai bentuk diskriminasi, baik yang terjadi di stadion maupun di ruang digital.
“Saya senang bahwa kemajuan telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir dan kami akan terus bekerja sama dengan klub-klub untuk memastikan hal ini berlanjut. Ini termasuk mengambil tindakan terhadap diskriminasi baik di stadion maupun daring, serta merayakan komunitas LGBTQ+,” katanya.












