Misteri Fortuner B 2188 SJI: Dugaan Insiden “Tangkap Lepas” di Polsek Pancur Batu Jadi Sorotan

DELI SERDANG — Kinerja Unit Reskrim Polsek Pancur Batu kini berada di bawah “mikroskop” publik. Sebuah aksi penyergapan yang melibatkan mobil mewah dan perwira berpangkat balok satu pada Selasa (20/1/2026), menyisakan tanda tanya besar mengenai transparansi penegakan hukum di wilayah tersebut.

Muncul spekulasi miring di tengah masyarakat mengenai praktik “Tangkap Lepas” (Tale) setelah terduga pelaku yang diamankan dikabarkan tidak terlihat keberadaannya di Mapolsek Pancur Batu.

Aksi Penyergapan di Parkiran Ritel Modern

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah unit mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 2188 SJI yang diduga dikendarai Panit Reskrim Polsek Pancur Batu, Ipda Edison Ginting, S.H., bersama Tim Opsnal, melakukan penyergapan terhadap seorang pria.

Aksi bak film laga tersebut berlangsung di lokasi publik yang ramai, yakni Halaman Parkir Indomaret Fresh Simpang Tuntungan, Jalan Jamin Ginting KM 15.5, Kelurahan Baru, Kecamatan Pancur Batu. Awalnya, pria tersebut diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Keberadaan Terduga Pelaku Jadi Tanda Tanya

Sesaat setelah penangkapan, tim media melakukan penelusuran ke Mapolsek Pancur Batu untuk mengonfirmasi status hukum pria tersebut. Namun, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan keganjilan: tidak ada tanda-tanda keberadaan terduga pelaku di dalam sel tahanan Polsek Pancur Batu.

Kondisi ini memicu pertanyaan tajam: Ke mana pria yang disergap di Simpang Tuntungan tersebut dibawa? Jika benar terjadi penangkapan resmi, mengapa tersangka tidak terlihat di kantor polisi?

Respons Pejabat Polsek: Narkoba atau Ranmor?

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pejabat terkait, namun mendapatkan respons yang minim. Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi, serta Kanit Reskrim, Iptu Junaidi Karosekali, memilih bungkam dan tidak membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan awak media hingga berita ini diterbitkan.

Di sisi lain, Panit Reskrim Polsek Pancur Batu, Ipda Edison Ginting, S.H., memberikan jawaban singkat saat dikonfirmasi. Ia membantah adanya penangkapan terkait narkoba. “Ada masalahkah bang? Abang dapat berita dari mana tangkap narkoba? Diduga pelaku ranmor (pencurian kendaraan bermotor) abangku,” tulisnya via pesan singkat.

Namun, saat wartawan melontarkan pertanyaan lanjutan mengenai di mana keberadaan terduga pelaku ranmor tersebut dan mengapa tidak berada di sel, Ipda Edison Ginting tidak memberikan jawaban lebih lanjut (bungkam).

Desakan Audit dari Propam Polda Sumut

Ketidakterbukaan informasi ini menimbulkan spekulasi adanya praktik non-prosedural di lapangan. Publik kini berharap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, serta Propam Polda Sumatera Utara segera turun tangan melakukan audit operasional terhadap Unit Reskrim Polsek Pancur Batu.

Hal ini dinilai penting agar citra Polri Presisi tetap terjaga dan memastikan bahwa setiap tindakan penangkapan dilakukan secara transparan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, bukan justru menjadi “bola liar” yang merugikan kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *