Panitera PN Atambua Terkena Tembakan Senapan Angin di Kepala Saat Eksekusi di Perbatasan NTT

NTT — Kabar mengejutkan datang dari Nusa Tenggara Timur. Panitera Pengadilan Negeri (PN) Atambua, Marthen Benu, dilaporkan menjadi korban penembakan senapan angin oleh pihak tak bertanggung jawab pada bagian kepala saat melaksanakan tugas eksekusi lahan, Jumat (5/12/2025).

Eksekusi yang dilakukan di wilayah perbatasan Timor Leste itu diwarnai kericuhan tak terkendali. Berdasarkan rekaman video yang beredar, suasana di lokasi sangat mencekam dengan terdengar suara tembakan senapan angin dan terlihat beberapa titik api berkobar.

Meskipun eksekusi telah didampingi oleh 500 personel pengamanan, kerusuhan tersebut membuat eksekusi PN Atambua terpaksa dibatalkan.

Korban Dirawat, Pengadilan Tinggi Merespons Cepat

Panitera PN Atambua, Marthen Benu, saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan mengalami luka jahitan di bagian kepala.

Merenspons cepat peristiwa memilukan ini, Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Dr. Pontas Effendi, segera berkoordinasi dengan Polda NTT terkait insiden tersebut.

Kasus ini menambah deretan panjang serangan terhadap aparatur pengadilan yang sedang melaksanakan tugas. Sebelumnya, pada November 2025, terjadi pemukulan terhadap Panitera PN Sibolga di Sumatera Utara saat juga menjalankan eksekusi.

Dengan maraknya kasus kekerasan ini, peningkatan pengamanan terhadap aparatur pengadilan saat melaksanakan tugas kini dianggap sebagai keharusan. Pemerintah dan pemangku kepentingan didesak untuk segera mengambil tindakan cepat.

Ketua Mahkamah Agung (MA), Prof. Sunarto, melalui Juru Bicara MA Prof. Yanto, sempat menyampaikan pesan bahwa peristiwa kekerasan tersebut tidak boleh melemahkan semangat aparatur pengadilan dalam “berjihad di jalan kebenaran dan keadilan,” melainkan harus dijadikan semangat untuk berjuang dengan keimanan dan keikhlasan.

Penulis: DIRMAN SAPUTRAEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *