TIMOR TENGAH SELATAN — Sebanyak 166 mahasiswa diterjunkan untuk mengemban tugas mulia di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Mereka akan membantu masyarakat mengatasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui program Gerakan NTT Tuntaskan Kemiskinan (GENTASKIN).
Pada Senin (4/7/2025), Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay, secara resmi melepas para mahasiswa di Aula Mutis kantor Bupati TTS. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Asisten I Sekda TTS, Denny Nubatonis, camat, kepala desa, pimpinan OPD, serta para dosen pendamping lapangan.
Para mahasiswa ini akan bertugas selama dua bulan di 10 desa yang memiliki kasus stunting dan kemiskinan ekstrem tertinggi. Program GENTASKIN ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan positif.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jhony Army Konay berharap para mahasiswa dapat berkontribusi secara positif dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya setempat.
“Saya berharap kepada para mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya lokal sesuai prinsip ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Pengabdian kepada masyarakat harus dilandasi nilai-nilai luhur dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan penuh dari para kepala desa dan camat agar para mahasiswa dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Program GENTASKIN ini merupakan bagian dari program nasional yang lebih luas untuk menuntaskan masalah serupa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.












