JOMBANG – Sebanyak 1.225 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bela Negara SDGs 2026 yang tersebar di 302 desa dan 4 kelurahan di Kabupaten Jombang.
Program KKN yang mengusung tema “Pemuda-Pemudi Pelopor Desa dan Bebas Sampah” tersebut secara resmi diterima dan dibuka oleh Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., dalam acara yang digelar di TPA Banjardowo, Senin (13/7/2026).
Bupati Jombang Dukung Penuh Pelaksanaan KKN
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyatakan Pemerintah Kabupaten Jombang siap mendukung pelaksanaan KKN dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa agar seluruh mahasiswa dapat menjalankan program kerja secara optimal.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di desa-desa yang menjadi lokasi KKN.
Libatkan Sejumlah OPD
Pelaksanaan KKN Tematik Bela Negara SDGs 2026 tidak hanya melibatkan UPN Veteran Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jombang, tetapi juga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Beberapa instansi yang terlibat di antaranya:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH);
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud);
- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP);
- Dinas Peternakan; serta
- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM).
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi program KKN sesuai kebutuhan pembangunan desa.
Dukung Pencapaian SDGs dan Asta Cita
Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif desa sekaligus memperkuat tata kelola persampahan berbasis masyarakat.
Program tersebut selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs Poin 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty);
- SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi Asta Cita, terutama:
- peningkatan lapangan kerja berkualitas;
- penguatan kewirausahaan;
- pengembangan industri kreatif; serta
- pembangunan yang berkelanjutan.
Momentum Pemetaan Potensi Desa
Pelaksanaan KKN dengan jumlah peserta yang besar dinilai berpotensi memberikan manfaat strategis bagi Pemerintah Kabupaten Jombang.
Selain menjalankan program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam melakukan pemetaan potensi desa, baik di bidang ekonomi, lingkungan, pariwisata, maupun pengelolaan sampah.
Data hasil observasi mahasiswa nantinya dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan desa yang lebih terarah dan berbasis potensi lokal.
Namun demikian, agar manfaat tersebut benar-benar optimal, hasil pendataan perlu diolah secara sistematis dan diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan daerah sehingga tidak berhenti sebatas laporan akademik.
Mahasiswa Didorong Melahirkan Program Inovatif
Materi pembekalan diawali oleh Tenaga Ahli Bupati Bidang Percepatan Pembangunan, Dr. Irfan Kharisma Putra, yang mengajak mahasiswa memperluas cara pandang terhadap pembangunan desa.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pendataan potensi sampah desa hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, S.T., M.Si., yang memberikan pemaparan mengenai pengelolaan sampah serta peluang pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa.
Paparan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Berpotensi Tinggalkan Dampak Jangka Panjang
Dengan melibatkan lebih dari seribu mahasiswa yang tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Jombang, KKN Tematik Bela Negara SDGs 2026 berpotensi memberikan dampak yang signifikan apabila mampu menghasilkan inovasi, data, dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Jombang.
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan selama KKN, tetapi juga dari sejauh mana hasil pengabdian mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
















