Majene – Haflah Akhirussannah dan wisuda tahfidz al-qur’an juz 30 angkatan ke-2 Taman Pendidikan Al-quran (TPQ) Ibnu Abbas Lipu digelar di depan sekretariat TPQ Ibnu Abbas jalan Wolter Monginsidi Lipu, Jumat (31/5/2024).
Momentum ini untuk mendorong lahirnya generasi unggul yang dekat dengan agama. ”Salah satu proses untuk membentuk karakter pribadi anak kita semakin cinta kepada al-qur’an,” kata Ketua lembaga TPQ Ibnu Abbas, Ustad Heriansyah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene, Bapak Dr. H. Syamsuhri Halim, M. Pd. yang hadir memberikan sambutan bersyukur karena pada malam hari ini dapat menyaksikan anak-anak tamat mengaji, menyaksikan anak-anak menghafal al-qur’an juz 30, kalau seperti ini bisa dijamin anak-anak nanti dapat membawakan tarwih, karena bagus ucapan hurufnya, dan ada hafalannya. “Kita bergembira oleh karena ada tempat-tempat pengajian tradisional telah diambil alih oleh lembaga organisasi. Organisasi ini diberikan legalitas oleh kantor kementerian agama, berdasarkan peraturan pemerintah no. 55 tahun 2007 tentang eksistensi keberadaan TPA dan TPQ sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional keagamaan. Persyaratannya seluruh lembaga-lembaga TPA dan TPQ yang ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah kemenang dan bupati harus terlebih dahulu mendapatkan izin operasional dari kantor kementerian agama,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Ketua Majelis Taklim Indonesia (MTI), sebanyak 65 persen anak-anak usia pendidikan SD, SMP tidak bisa baca al-qur’an. Hari ini data yang ada sekarang posisi imam, ibarat seperti kita mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami. 1. Pada aspek yang lain kurangnya materi pendidikan agama pada sekolah dasar hanya dua jam dalam seminggu. 2. Masjid, panitia masjid hanya berfikir memperindah masjid, mempercantik masjid, mencari dana masjid hanya sebatas untuk ja’maah saja dan tidak berfikir untuk pendidikan TPA-TPQ. Maka akan semakin sedikit anak-anak memahami tentang al-qur’an.
Masjid harus hadir agar menjadi tempat permainan anak-anak agar dalam dirinya lahir roh kebatilan. Oleh karena itu salah satu kesyukuran ditengah-tengah keramaian Kota Majene ini, ditengah kesibukan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lain ada diantara saudara ini yang punya pemikiran yang lihai dalam rangka ikut ambil bagian gerakan pendalaman al-qur’an. Lembaga ini menjadi metode untuk semua, kepemilikan lembaga ini milik bersama, oleh sebab itu bupati, sekda, kementerian agama, tokoh agama, ibu-ibu, dan bapak-bapak, semuanya harus terlibat bertanggungjawab untuk memajukan kegiatan-kegiatan seperti ini.
Mari berinisiatif agar lembaga ini menjadi milik bersama, berharap agar APBD tahun depan bersama dengan lembaga DPRD Kab. Majene, memikirkan tentang bantuan sosial dalam rangka pendirian dan menyemarakkan kegiatan TPA dan TPQ di Kab. Majene.
Berikut nama-nama santriwan dan santriwati yang wisuda tahfidz al-qur’an juz 30, angkatan ke-2 tahun 2024 TPQ Ibnu Abbas Lipu.
1. Ahsilah Azzhrah, putri dari bapak Muhammad Jufri dan ibu Munirah
2. Naila Nurul Izzah M, putri dari bapak Muhammad Sumaila dan ibu Nursanty B
3. Sitti Afifah Andhira, putri dari bapak Burhanuddin dan ibu Hardiah
4. Muhammad Azzam Athaillah M, putra dari bapak Muhyuddin Zainal dan ibu Purnama Yasin
5. Abid Ibrahim, putra dari bapak Sauki dan ibu Desi Setiawasi
6. Labil Zahir Ahmad, Putra bapak Ahmad Akbar dan ibu Nurhijrah Khairah
7. Ayu Aninun Qalbi, bapak Yusmin Muin dan ibu Nur Aisyah Yusuf
8. Alpa Marika Rahmat, bapak Muhammad Rahmat Hamzah dan ibu Sadariah
9. Arisyah Altufunnisa putri dari bapak Muhammad Jufri dan ibu Munirah.
Di akhir acara Kamtibmas Kelurahan Labuang Utara memberikan arahan kepada masyarakat yang sempat hadir. Menyempatkan kesempatan berbagi al-qur’an kepada tiga orang wisudawan terpilih sebagai wujud dukungan serta motivasi agar terus memperdalam bacaan dan hafalannya.

















