KLATEN – Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Kabupaten Klaten masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik pada Sabtu (30/5/2026). Dalam pelantikan tersebut, Amin Hamidi dikukuhkan sebagai Ketua PC PERGUNU Klaten periode 2025–2030.
Kegiatan yang digelar di Aula Kementerian Agama Kabupaten Klaten itu dirangkaikan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan mengusung tema “Memperkuat Peran Pendidik, Membangun Generasi Berkarakter dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.”
Acara dihadiri jajaran Pimpinan Pusat PERGUNU, PCNU Klaten, perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Klaten, serta anggota PERGUNU dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.
Jadi Momentum Konsolidasi Organisasi
Ketua Panitia, Sholahudin, mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah program kerja PERGUNU Klaten selama lima tahun ke depan.
“Nanti pengurus yang dilantik akan dilanjutkan dengan pembahasan program-program kerja organisasi,” ujarnya.
Fokus Tingkatkan Kompetensi Guru NU
Usai dilantik, Ketua PC PERGUNU Klaten, Amin Hamidi, menjelaskan bahwa kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan organisasi serta peningkatan kompetensi guru-guru Nahdlatul Ulama di Kabupaten Klaten.
“Pertama, konsolidasi dan penguatan organisasi. Kedua, menyesuaikan peran kita sebagai guru di PERGUNU sehingga bisa meningkatkan kompetensi guru-guru NU khususnya,” kata Amin.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan masifnya penggunaan media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, terutama dalam pembentukan karakter peserta didik.
Karakter Anak Jadi Tantangan di Era Digital
Amin menilai dampak pascapandemi Covid-19 masih terasa hingga saat ini, terutama terhadap pola belajar dan perkembangan karakter anak yang banyak dipengaruhi dunia digital.
Karena itu, PERGUNU Klaten berkomitmen memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai upaya membentuk generasi yang beradab, cerdas, dan menghormati guru.
“Efek Covid lebih dari dua tahun ini sangat berpengaruh. Anak banyak terkontaminasi digital dan media sosial sehingga butuh pemulihan. Ini menjadi tantangan bagi PERGUNU,” ungkapnya.
“Insyaallah dengan penguatan karakter melalui Aswaja An-Nahdliyah, generasi kita akan kembali beradab, cerdas, dan hormat kepada guru,” tambah Amin.
Waketum PP PERGUNU: Guru Adalah Kurikulum Berjalan
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat PERGUNU, Ahmad Zuhri, menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru, bukan hanya kurikulum yang diterapkan.
“Kunci pendidikan itu sebenarnya bukan hanya di kurikulum, tetapi justru di gurunya. Karena guru adalah kurikulum berjalan,” tegas Ahmad Zuhri.
Ia menjelaskan bahwa PERGUNU hadir sebagai wadah bagi para guru untuk saling menguatkan, meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kalau gurunya makmur, sejahtera, dan kompetensinya bagus, insyaallah kualitas pendidikan juga semakin baik,” ujarnya.
Guru Harus Menjadi Muaddib
Ahmad Zuhri juga mengingatkan bahwa seorang guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai muaddib atau pembentuk adab peserta didik.
Menurutnya, guru harus mampu membangun hubungan yang tulus dengan murid dan menganggap mereka seperti anak sendiri agar proses pendidikan berjalan lebih efektif.
“Guru juga harus punya adab terhadap murid. Yang paling penting, menganggap murid sebagai anak kandung sendiri. Kalau sudah begitu, pasti guru lebih tulus, ikhlas, dan semangat mendidik,” pungkasnya.
Saat ini PERGUNU Klaten menaungi ribuan guru Nahdlatul Ulama yang mengajar di berbagai jenjang pendidikan. Di bawah naungan LP Ma’arif NU Klaten, tercatat terdapat 39 lembaga pendidikan mulai dari RA, MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMK yang tersebar di wilayah Kabupaten Klaten.












