Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79, Wilkerdik Kecamatan Wonosalam mengadakan lomba permainan tradisional yang diikuti oleh para pendidik mulai dari KB/PAUD sampai dengan SD yang berada di Kecamatan Wonosalam.
Lomba tersebut yakni lomba balap terompah dan lomba gobak sodor, yang mana permainan tersebut adalah permainan yang sangat melekat dengan masyarakat Indonesia yang mana kekompakkan menjadi kunci utama dalam permainan tersebut. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan senam bersama di lapangan Wonosalam yang diikuti oleh sejumlah guru dari beberapa gugus sekolah putra dan putri.
Di Wonosalam sendiri gugus sekolah dibagi menjadi 3 yakni guslah I, guslah II ,dan guslah III. Walaupun cuaca cukup panas namun tidak mengikiskan semangat mereka.
Korwilker Kecamatan Wonosalam Slamet Abadi mengapresiasi para peserta karena antusias mereka dalam mengikuti kegiatan lomba dari awal hingga selesai dengan penuh semangat.
Perlu diketahui sebagai permainan yang dikenal di Indonesia ternyata gobak sodor bukan berasal dari Indonesia. Sejumlah literatur Belanda menyebutkan kata gobak sodor diambil dari Go Back Through The Door yang berarti menembus pintu. Penyebutan itu berasal dari orang Indonesia yang sulit mengucap dalam bahasa asing sehingga menjadi gobak sodor. Selain itu, gobak sodor tercatat dalam buku kamus Jawa (Baoesastra) yang ditulis oleh WJS Poerwadarminto yang dipublikasikan JB Wolters Uitgevers Maatschappij NV Groningen, Batavia pada tahun 1939.















