BALI — Indonesia memang tak pernah kehabisan cerita unik yang memicu gelak tawa sekaligus keheranan. Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh unggahan seorang wisatawan asing yang mendapati sebuah promosi “ajaib” saat tengah berbelanja di salah satu minimarket di Pulau Dewata.
Bukan soal harga, turis tersebut terheran-heran melihat sebuah poster promosi yang dianggap sangat kontradiktif: Menampilkan produk minuman beralkohol, Bir Bintang, namun dengan hadiah utama berupa paket perjalanan Umroh ke Tanah Suci.
Kejadian Absurd yang Mengundang Tawa
Momen unik ini mencuat setelah akun Instagram @thegede mengunggah ekspresi sang turis yang tampak mengernyitkan dahi di depan rak minimarket. Baginya, menyandingkan minuman beralkohol dengan ibadah religius adalah logika pemasaran yang sangat membingungkan.
“I’m a bit confused, to be honest,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, menggambarkan betapa tidak masuk akalnya situasi itu di mata warga dunia.
Reaksi Netizen: Konsep “Habis Mabuk Terbitlah Taubat”
Bukannya memberikan kritik tajam, netizen Indonesia justru menanggapi fenomena ini dengan humor khas warga +62. Banyak yang menduga bahwa poster tersebut sebenarnya adalah program undian umum dari minimarket untuk seluruh produk, namun kebetulan diletakkan berdekatan dengan produk bir.
Beberapa komentar kocak netizen yang menghiasi unggahan tersebut antara lain:
-
“Ini namanya konsep ‘setelah gelap terbitlah terang’. Habis minum langsung disuruh bertaubat di Mekkah,” tulis salah satu netizen.
-
“Mungkin maksudnya biar imbang, dunia dapat, akhirat dikejar,” timpal akun lainnya.
Sisi Menarik Bali yang Tak Terduga
Meski sempat merasa aneh, turis tersebut mengaku bahwa hal-hal tak terduga seperti inilah yang membuat Bali selalu menarik untuk dijelajahi. Menurutnya, ada sisi humor dan kejutan di setiap sudut jalanan Indonesia yang tidak bisa ditemukan di negara lain.
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus viral dengan ribuan likes dan dibagikan ulang oleh berbagai akun komedi. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di Indonesia, batas antara strategi pemasaran yang “tabrakan” dan kejadian absurd memang seringkali setipis tisu.












