BOGOTA — Dunia penerbangan internasional berduka setelah pesawat komersil milik maskapai Satena Servicios de Aeronavegacion ditemukan hancur di tengah hutan lebat kawasan Curasica, Kolombia. Tragedi ini menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 15 orang, termasuk di antaranya tiga politisi berpengaruh asal Kolombia.
Dilansir dari Colombia One, Kamis (29/1/2026), pesawat dilaporkan kehilangan kontak radar saat berada sekitar 32 kilometer dari bandara tujuan.
Kronologi Hilangnya Kontak di Pegunungan Terjal
Pesawat yang diawaki oleh dua kru tersebut tengah menempuh rute singkat antara Cúcuta dan Ocaña. Komunikasi dengan menara pengontrol lalu lintas udara (ATC) terputus pada pukul 11:54 pagi waktu setempat, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Camilo Daza.
Berdasarkan data penerbangan terakhir, pesawat berada pada ketinggian 7.900 kaki (2.400 meter) di sekitar pegunungan antara kotamadya La Playa de Belen dan Hacari. Wilayah ini dikenal memiliki topografi ekstrem dengan vegetasi hutan yang sangat rapat.
Pencarian Sulit Tanpa Sinyal Darurat (ELT)
Operasi SAR sempat mengalami kendala besar karena pesawat tersebut dilaporkan tidak memancarkan sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) yang aktif. Hal ini memaksa Angkatan Udara Kolombia dan unit darat khusus melakukan patroli udara secara manual di wilayah yang luas.
Setelah beberapa jam pencarian intensif yang melibatkan pesawat militer dan swasta, tim penyelamat akhirnya menemukan bangkai pesawat dalam kondisi hancur di area berhutan Curasica, La Playa de Belén.
Pemerintah Kolombia Selidiki Penyebab Kecelakaan
Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan dan otoritas penerbangan sipil Kolombia masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab jatuhnya pesawat. Faktor cuaca buruk dan kondisi mesin menjadi poin utama dalam penyelidikan tersebut.
Identitas ketiga politisi yang menjadi korban tewas belum dirilis secara resmi oleh pemerintah pusat, namun kejadian ini telah memicu gelombang duka nasional di Kolombia.












