JAKARTA — Momentum suci bulan Ramadan 1447 H menjadi tonggak sejarah baru bagi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di wilayah Jawa Timur. Tepat pada Jumat, 13 Maret 2026, Pimpinan Nasional (Pimnas) PKN secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan untuk Pimpinan Daerah (Pimda) Jawa Timur.
Penyerahan mandat tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PKN, Gede Pasek Suardika, didampingi Sekjen Sri Mulyono dan Waketum Deny Charter di Kantor Pimnas PKN, Jakarta. Ardi Krisnamurti, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Pimda PKN Jawa Timur.
Legitimasi Hukum dan Kepatuhan Konstitusi
Secara hukum, PKN terus memperkuat struktur organisasinya pasca-berbadan hukum pada 7 Januari 2022. Penyerahan SK di tingkat provinsi ini merupakan langkah administratif krusial sesuai UU Partai Politik guna memastikan seluruh gerak organisasi di Jawa Timur berjalan di koridor hukum yang sah.
Toni Siswanto, S.H., Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) PKN Kabupaten Jombang, menegaskan pentingnya legalitas ini. “Sebagai kader yang memahami aspek hukum, saya melihat penyerahan SK ini adalah bentuk kepatuhan organisasi terhadap konstitusi. Ini memberikan kepastian hukum bagi kami di tingkat cabang untuk bergerak lebih masif di masyarakat,” ujar praktisi hukum tersebut.
Strategi Politik Presisi: Angin Perubahan di Tangan Alumnus ITS
Penunjukan Ardi Krisnamurti dipandang sebagai langkah strategis untuk mengawinkan kecerdasan manajerial dengan semangat pergerakan. Sebagai sosok yang besar di lingkungan akademisi teknik, Ardi diharapkan mampu membawa presisi dalam pemetaan politik di Jawa Timur.
Tantangan PKN Jatim ke depan adalah menerjemahkan ideologi Pancasila dan Wawasan Nusantara menjadi program yang “membumi”. Dengan komitmen Ardi untuk menggandeng tokoh senior serta kaum milenial, PKN berpotensi menjadi kekuatan alternatif yang segar di tengah kejenuhan politik transaksional.
Program Berbasis Kerakyatan dan Kebudayaan
Dalam keterangannya, Ardi Krisnamurti menyoroti basis kebudayaan Jawa Timur yang kuat, mulai dari semangat kejayaan Majapahit hingga kearifan lokal santri dan masyarakat pesisir.
“Kami sudah menyiapkan program-program yang langsung bersentuhan dengan urat nadi ekonomi dan budaya masyarakat. PKN hadir bukan untuk sekadar berpolitik, tapi memperjuangkan kembali identitas Nusantara,” tegas Ardi.
Senada dengan itu, Toni Siswanto menambahkan bahwa Pimcab Jombang siap mengawal visi besar tersebut. “Kami di Jombang akan menjadi garda depan dalam mengimplementasikan program Pimda. Sinergi antara pusat, daerah, dan cabang adalah kunci agar PKN semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.













