Sindir Mobil Mewah Rp8,5 Miliar, Ketua DPRD Kaltim: “Kalau Saya Jadi Gubernur, Ya Beli Helikopter Lah!”

SAMARINDA — Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, melontarkan pernyataan mengejutkan yang memicu diskusi publik. Di tengah viralnya pengadaan mobil dinas mewah Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar, Hasanuddin justru berseloroh mengenai pengadaan helikopter jika dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Benua Etam.

“Kalau saya jadi Gubernur, ya beli helikopter lah,” ucapnya beberapa waktu lalu dalam sebuah kesempatan wawancara.

Pesan di Balik Fasilitas: Kinerja Tak Boleh Terhambat

Meski terdengar seperti sindiran, Hasanuddin Mas’ud menjelaskan bahwa pernyataannya tersebut memiliki pesan mendalam. Menurutnya, fasilitas mewah bagi kepala daerah seharusnya berbanding lurus dengan efektivitas kerja di lapangan.

Ia menekankan bahwa luasnya wilayah Kalimantan Timur memerlukan mobilitas tinggi. Bagi Hasanuddin, masalah fasilitas tidak boleh menjadi alasan bagi seorang kepala daerah untuk terhambat dalam memantau proyek strategis atau menjangkau daerah pelosok.

Proyek Strategis: Jalan Tembus 107 KM Menuju IKN

Salah satu alasan kuat perlunya mobilitas tinggi adalah rencana besar Pemerintah Provinsi Kaltim yang sedang menggodok pembangunan jalan penghubung strategis. Hasanuddin mengungkapkan, saat ini sedang direncanakan pembangunan jalan sepanjang 107 kilometer yang menghubungkan Barong (Kutai Barat) menuju Sotek (PPU/IKN).

Proyek ini dinilai krusial karena akan:

  • Memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.

  • Menghubungkan langsung wilayah Mahakam Ulu (Mahulu) ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

  • Memperlancar arus transportasi dari Balikpapan menuju IKN melalui jalur darat yang lebih efisien.

Butuh Kerja Keras (Effort) Besar

Hasanuddin menyadari bahwa menyambungkan wilayah-wilayah terpencil di Kaltim menuju IKN bukanlah perkara mudah. Geografi Kaltim yang menantang menuntut komitmen serius dari pemerintah daerah.

“Itu dari Mahulu ke IKN langsung tembus, kita dari Balikpapan langsung tembus, cuma kita memang perlu effort (usaha) besar,” pungkasnya.

Pernyataan Hasanuddin ini kini menjadi sorotan, bukan hanya karena “sentilan” helikopternya, melainkan sebagai pengingat bagi publik untuk terus mengawal janji pembangunan infrastruktur jalan tembus yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal di sekitar jalur IKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *