Bapenda Kapuas Hulu Intensifkan Optimalisasi PAD, Sasar Kepatuhan PT Borneo International Anugerah

PUTUSSIBAU — Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggencarkan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah strategis terbaru dilakukan dengan melakukan optimalisasi sekaligus sosialisasi regulasi perpajakan kepada PT Borneo International Anugerah sebagai salah satu wajib pajak potensial di wilayah tersebut.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Pendampingan Langsung di Lapangan

Dalam pelaksanaannya, Bapenda Kapuas Hulu menerjunkan tim teknis untuk melakukan pendampingan langsung. Tim tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian, Surrahman Saat, S.E., bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan, Ignasius Felix, S.E., serta didampingi staf teknis, Irwan Fasenda, A.Md.

Kehadiran tim ini bertujuan untuk memastikan proses optimalisasi berjalan efektif serta memberikan pemahaman mendalam kepada pihak korporasi mengenai kewajiban perpajakan daerah yang terbaru.

Memperkuat Kapasitas Fiskal Daerah

Kepala Bapenda Kapuas Hulu, Agustinus Stormandi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa penguatan PAD merupakan instrumen krusial dalam mendukung keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kapuas Hulu.

“Optimalisasi PAD harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Ini penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” ujar Agustinus.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha adalah kunci utama dalam menggali potensi pendapatan secara maksimal tanpa menghambat iklim investasi.

Komitmen Transparansi dan Tata Kelola

Langkah proaktif ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam menciptakan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Peningkatan kepatuhan wajib pajak badan dinilai akan berdampak langsung terhadap percepatan kesejahteraan masyarakat.

Bapenda berharap, melalui kegiatan optimalisasi yang intensif ini, potensi-potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal dapat segera terintegrasi ke dalam kas daerah guna mendukung program-program pembangunan strategis di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *