JAKARTA — Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan tanah air. Anime legendaris Doraemon resmi berhenti tayang di stasiun televisi RCTI mulai awal tahun 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan robot kucing dari masa depan tersebut setelah menemani keluarga Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
Hilangnya Doraemon mulai terdeteksi saat program animasi tersebut tidak lagi tercantum dalam jadwal tayang resmi di situs RCTI+ sejak Senin (29/12/2025) hingga Minggu (4/1/2026). Padahal, slot Minggu pagi selama ini telah menjadi identitas ikonik bagi penayangan Doraemon di Indonesia.
Menghilang Tanpa Pengumuman Resmi
Hingga saat ini, pihak manajemen RCTI belum memberikan pernyataan terbuka atau pengumuman resmi mengenai alasan di balik penghentian tayangan ini. Namun, fakta di lapangan menunjukkan untuk pertama kalinya sejak tayang perdana pada tahun 1991, Doraemon benar-benar absen dari daftar program mingguan stasiun televisi tersebut.
Pada hari Minggu (4/1/2026), yang biasanya menjadi waktu berkumpul anak-anak di depan layar kaca, posisi Doraemon tampak digantikan oleh program lain tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada penonton setia.
Reaksi Netizen: Kehilangan Kenangan Masa Kecil
Kabar berhentinya Doraemon langsung memicu gelombang kesedihan di media sosial. Banyak netizen yang merasa kehilangan karena Doraemon bukan sekadar kartun, melainkan bagian dari sejarah masa kecil lintas generasi di Indonesia.
“Doraemon officially ends its run on RCTI after nearly four decades,” tulis salah satu akun di media sosial yang viral pada Selasa (6/1/2026).
Banyak yang mempertanyakan apakah hak siar Doraemon telah berakhir atau akan berpindah ke platform digital lainnya. Berhentinya Doraemon di awal 2026 ini menutup sejarah panjang salah satu program TV dengan durasi penayangan terlama di Indonesia.












