Kefamenanu, 19 Agustus 2024 – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Timor (Unimor) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional 2024 dengan tema “Integrasi Media Digital dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”.
Acara yang berlangsung di gedung Faperta lt.3 Unimor ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah. Suasana seminar semakin meriah dengan sambutan hangat dari mahasiswa PBSI Unimor yang menyambut para narasumber dengan tarian tradisional dan nyanyian-nyanyian daerah.
Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman.
“Seminar ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta lembaga Universitas Timor,” tegas Stefanus Sio. Ia juga menekankan pentingnya peran media digital dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan metode pembelajaran yang dipelajari untuk kemajuan dunia pendidikan.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, yaitu:
– Prof. Dr. Setya Yawana, M.A. (Universitas Negeri Surabaya)
– Prof. Dr. Made S. Setyawati, S.S. M.Hum (Universitas Udayana)
– Dr. Maria M.N Nahak, M.Hum (Dosen Universitas Timor)
– Dr. Vincentus Mauk, M.Pd (Dosen Unimor)
Para narasumber membahas berbagai topik menarik, seperti:
– Media Digital Dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
– Pengajaran Bahasa dan Sastra
– Budaya dan Kearifan Lokal
– Kajian Linguistik dan Sastra
Ketua pelaksana Seminar Nasional, Dr. Iswan Afandi, M.Pd., menjelaskan tujuan seminar ini, yaitu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan fokus pada interaktivitas, integrasi nilai-nilai kearifan lokal, dan pengembangan kajian linguistik dan sastra. Ia berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat mengembangkan kompetensi, memahami pentingnya kearifan lokal dalam pendidikan, dan berkolaborasi untuk menciptakan inovasi dalam pengajaran dan penelitian.
“Seminar ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Universitas Timor dalam mendukung pengembangan kompetensi pendidik, pelestarian budaya lokal, dan penguatan kolaborasi akademik,” tambah Iswan Afandi.
Peserta seminar antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi dengan para narasumber. Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan agar seminar serupa dapat terus diselenggarakan di masa mendatang.
“Seminar ini menjadi wadah yang sangat bermanfaat bagi kami untuk belajar dan berdiskusi tentang pemanfaatan media digital dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia,” ujar salah satu peserta seminar, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Timor.















