Dendam Dipukul Guru dan Korban Bullying, Kakak-Adik di Gunungkidul Bakar Sekolah

GUNUNGKIDUL — Dua remaja laki-laki berusia 15 dan 14 tahun nekat membakar dapur Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah di Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Aksi pembakaran tersebut dipicu rasa dendam sang kakak yang mengaku pernah menjadi korban perundungan (bullying) serta pemukulan oleh guru.

Rencanakan Pembakaran Pakai Solar

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, menyampaikan bahwa pelaku sang kakak saat ini sudah putus sekolah, sedangkan adiknya masih berstatus siswa aktif di madrasah tersebut.

“Pelaku anak ini mengaku pernah jadi korban bullying sekitar tujuh tahun lalu saat kelas satu, serta pernah dipukul oleh oknum guru. Pengakuannya dendam dan jengkel,” ujar Tri saat konferensi pers di Mapolres Gunungkidul, Jumat (21/8/2026).

Aksi pembakaran dilakukan secara spontan dengan membawa bahan bakar solar dari rumah. Keduanya menyulut api pada jerami dan kertas yang berada di area dapur sekolah.

Polisi Gandeng Bapas dan UPTD PPA

Pihak kepolisian menegaskan masih melakukan penyelidikan mendalam terkait pengakuan tindak kekerasan dan perundungan masa lalu tersebut. Proses hukum dilaksanakan dengan pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta UPTD PPA karena kedua pelaku masih tergolong anak di bawah umur.

Polisi memastikan kegiatan belajar mengajar di MI YAPPI Natah tetap berjalan normal. Garis polisi hanya dipasang pada area dapur yang terbakar, sementara ruang kelas lain sudah dapat digunakan kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *