GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik mempertegas komitmennya dalam mengawal kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui forum “Rembuk Akur Menuju Gresik Maju” yang digelar di Kantor Bupati Gresik, Kamis (02/04/2026), pemerintah daerah melakukan konsolidasi total guna menyamakan standar operasional dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa forum ini bertujuan memastikan seluruh mitra, pengawas, hingga Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) berada dalam satu frekuensi yang sama.
Satgas MBG: Pengawasan Ketat dan Sanksi Tegas
Untuk menjaga integritas program, Pemkab Gresik telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG. Satgas ini memiliki kewenangan penuh untuk mengawasi dapur produksi dan memberikan rekomendasi tegas kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jika dapur tidak memenuhi standar, kami tidak segan merekomendasikan evaluasi hingga penutupan. Ini uang negara, pengelolaannya harus akuntabel dan sesuai aturan,” tegas Wabup Alif.
Salah satu standar mati yang ditetapkan adalah pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Setiap dapur wajib memenuhi standar ini maksimal tiga bulan sejak beroperasi. Jika gagal, operasional dapur akan langsung dikenakan sanksi suspensi atau penghentian sementara.
Status Dapur MBG di Gresik
Saat ini, terdapat 132 titik dapur MBG di Kabupaten Gresik dengan rincian:
-
112 Dapur: Sudah beroperasi aktif melayani masyarakat.
-
20 Dapur: Dalam tahap persiapan teknis dan standarisasi.
Fokus utama saat ini bukan lagi sekadar kuantitas, melainkan kualitas gizi, higienitas pangan, pengelolaan limbah, hingga ketertiban manajemen keuangan.
Fungsi Pengawasan DPRD dan Tantangan Lapangan
Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchammad Zaifuddin, menyatakan bahwa pengawasan legislatif dilakukan dengan semangat mencari solusi. Ia menyoroti pentingnya komunikasi internal antara kepala SPPG, tim akuntansi, dan agen distribusi.
“Komunikasi adalah kunci. Kami masih menemukan ketidaksamaan standar menu di lapangan yang menunjukkan perlunya penguatan pengawasan di tingkat wilayah,” ujar Zaifuddin.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah MBG Gresik, Syahrir Mujib, memaparkan tantangan nyata di lapangan, seperti fluktuasi harga bahan baku di wilayah kepulauan dan rendahnya tingkat konsumsi ikan di beberapa titik.
Cakupan Luas: Tak Hanya Siswa Sekolah
Program MBG di Gresik dirancang secara inklusif. Selain menyasar peserta didik, program ini juga menjangkau kelompok rentan untuk menekan angka stunting, antara lain:
-
Balita
-
Ibu Hamil
-
Ibu Menyusui
Komitmen Menuju Transparansi
Pemkab Gresik membuka ruang aduan masyarakat melalui media sosial dan kanal resmi untuk merespons dinamika informasi secara cepat. Dengan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan mitra penyedia, Gresik optimistis menjadi daerah percontohan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis yang transparan dan berkualitas tinggi.












