SEMARANG — Menutup akhir semester ganjil Program Doktoral Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Dr. Tedi Kholiludin, M.Si menyampaikan pandangan mendalam mengenai filsafat ilmu. Ia menekankan bahwa dalam dunia akademik, kebenaran tidaklah bersifat tunggal, melainkan memiliki beragam dimensi yang saling melengkapi.
Pemaparan ini menjadi pengingat penting bagi para calon doktor untuk tetap rendah hati dan terbuka terhadap keragaman perspektif ilmiah.
Empat Teori Kebenaran dalam Filsafat Ilmu
Dr. Tedi menjelaskan bahwa kebenaran ilmiah dapat ditinjau melalui empat perspektif teori utama yang menjadi fondasi pengembangan ilmu pengetahuan:
-
Teori Korespondensi: Kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan dengan fakta empiris di lapangan (dominan dalam ilmu alam).
-
Teori Koherensi: Kebenaran diukur dari konsistensi logis dan hubungan antara pernyataan satu dengan lainnya (landasan ilmu rasional).
-
Teori Pragmatis: Kebenaran ditentukan oleh sejauh mana suatu gagasan memiliki manfaat dan kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.
-
Teori Performatif: Kebenaran lahir melalui penciptaan makna, otoritas, dan nilai-nilai yang diakui secara luas (erat dengan ilmu agama dan budaya).
Pesan Reflektif: Menghargai Keragaman Pemikiran
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tedi memberikan pesan kuat kepada para mahasiswa pascasarjana agar tidak terjebak dalam fanatisme satu teori saja.
“Jangan pernah merasa bahwa satu kebenaran sudah cukup. Dunia ilmu pengetahuan berkembang karena kita berani melihat dari berbagai sudut pandang. Dengan memahami teori-teori kebenaran, kita belajar untuk lebih bijak, lebih terbuka, dan lebih menghargai keragaman pemikiran,” ujarnya.
Kebenaran untuk Harmoni Sosial
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemahaman filosofis ini sangat relevan untuk diterapkan di luar kampus. Menurutnya, di tengah arus informasi yang deras, masyarakat perlu memahami bahwa kebenaran yang dipegang harus mampu memberi manfaat dan menjaga harmoni sosial serta budaya.
Refleksi akademik ini sekaligus menutup rangkaian perkuliahan dengan menekankan bahwa kebenaran ilmiah akan selalu terbuka untuk ditafsirkan dan diuji dari berbagai sudut pandang yang berbeda.













