Rayakan Valentine, Komunitas Single Katolik (Singka) Regional Sumut Gelar Meetup dan Tukar Kado di Medan

MEDAN — Mempererat tali persaudaraan sekaligus merayakan momen kasih sayang, komunitas Single Katolik (Singka) Regional Sumatera Utara menggelar acara kumpul bersama atau meetup pada Selasa (17/2/2026). Bertempat di Ox Coffee Reborn, Medan, acara ini mengusung tema “Valentine’s Day” dengan suasana yang penuh kehangatan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini menjadi ajang bagi para anggota untuk saling mengenal lebih dekat secara langsung setelah sebelumnya hanya berinteraksi melalui ruang digital.

Rangkaian Acara: Dari Sharing Session hingga Tukar Kado

Acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh admin grup, sebagai perwujudan syukur dan landasan spiritualitas komunitas. Memasuki sesi inti, para anggota mengikuti sesi perkenalan serta sharing session. Dalam sesi ini, terjalin diskusi santai antara anggota dan admin mengenai berbagai pengalaman hidup dan pandangan dalam membangun relasi.

Keseruan semakin memuncak saat memasuki sesi makan bersama yang dilanjutkan dengan tradisi tukar kado. Setiap anggota yang hadir membawa kado masing-masing untuk dibagikan secara acak, menciptakan momen kejutan dan sukacita. Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan sesi bernyanyi dan karaoke bersama yang mempererat keakraban antarpeserta.

Wadah Relasi dan Persaudaraan Berskala Nasional

Grup Singka (Single Katolik) sendiri merupakan komunitas berskala nasional yang memiliki cabang regional di berbagai provinsi dan kota di Indonesia. Meski pada awalnya banyak anggota bergabung dengan harapan menemukan pasangan hidup atau jodoh, komunitas ini berkembang menjadi wadah yang lebih luas.

“Singka bukan sekadar tempat mencari jodoh, tetapi juga menjadi wadah untuk menjalin pertemanan, berbagi informasi, membangun relasi profesional, serta mempererat tali persaudaraan di antara sesama umat Katolik sesuai domisili masing-masing,” ungkap salah satu pengurus regional.

Dengan terbentuknya regional-regional di tingkat provinsi, diharapkan para lajang Katolik memiliki sistem pendukung (support system) yang positif untuk saling menguatkan dalam iman dan kehidupan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *