JAKARTA — Korps Bhayangkara resmi menetapkan jadwal pelaksanaan pengamanan mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan digelar mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Ratusan ribu personel gabungan disiagakan untuk memastikan kelancaran pelayanan serta keamanan bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung ke kampung halaman.
Tagline: Mudik Aman dan Keluarga Bahagia
Dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026), Kapolri menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah pelayanan kemanusiaan. Dengan mengusung tema “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”, Polri mengedepankan langkah preemtif dan preventif.
“Tentunya kita upayakan (pelanggaran) seminimal mungkin, sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat,” ujar Sigit.
Diskresi Terpusat di Bawah Kakorlantas
Terdapat sedikit perubahan dalam struktur operasi tahun ini guna meningkatkan efektivitas di lapangan. Jenderal Sigit menjelaskan bahwa Komando Operasi Khusus (Kaopsus) kini dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri.
Perubahan ini bertujuan agar pengambilan keputusan yang bersifat diskresi—seperti pemberlakuan one way atau contraflow—dapat dilakukan dengan cepat dan terkendali di seluruh jajaran wilayah.
Sinergi 161 Ribu Personel Gabungan
Untuk memaksimalkan pengamanan selama arus mudik dan balik, Polri mengerahkan total 161.000 personel gabungan. Pasukan ini terdiri dari unsur:
-
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI)
-
Instansi Pemerintah terkait (Dishub, Satpol PP, dsb)
-
Seluruh stakeholder pendukung.
“Kami berharap seluruh personel dapat bekerja sama secara maksimal demi keberhasilan pelayanan arus mudik maupun balik,” tutup Kapolri.
Masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan kondisi kendaraan dan fisik sebelum dimulainya masa Operasi Ketupat guna mendukung terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama di jalan raya.












