Pimpin Langsung TPID, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan

AGATS — Pemerintah Kabupaten Asmat bergerak cepat mengantisipasi potensi gejolak harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, memimpin langsung High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di ruang rapat Sekretariat Daerah, Kamis (12/03/2026).

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menyinkronkan data ketersediaan stok serta memastikan kelancaran distribusi logistik ke wilayah-wilayah pelosok di Kabupaten Asmat.

Mandat Pusat: Bupati Pimpin Kendali Inflasi

Bupati Safanpo menegaskan bahwa keterlibatan dirinya secara langsung dalam memimpin TPID tahun ini merupakan tindak lanjut dari amanat Pemerintah Pusat. Hal ini dilakukan untuk memperpendek rantai koordinasi dan mempercepat pengambilan keputusan terkait stabilitas ekonomi daerah.

“Pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Kita diminta memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama bulan suci,” ujar Safanpo di hadapan jajaran OPD.

Waspadai Faktor Cuaca dan Distribusi Logistik

Salah satu tantangan utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah faktor cuaca ekstrem yang belakangan ini mengganggu jalur pelayaran kapal logistik menuju Agats. Hambatan distribusi ini dinilai berpotensi memicu kelangkaan barang yang berujung pada kenaikan harga.

Selain faktor alam, Bupati juga menyoroti aspek keamanan pasar:

  • Pengawasan Stok: Memantau secara ketat agar tidak terjadi penimbunan bahan pokok oleh oknum tidak bertanggung jawab.

  • Sinergi Aparat: Memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Instruksi Pemantauan Pasar Secara Intensif

Menutup rapat tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPID untuk turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan harga secara rutin.

“Jangan tunggu ada kelangkaan baru bergerak. Pemantauan pasar harus dilakukan secara intensif agar setiap potensi kenaikan harga dapat segera kita antisipasi dengan langkah-langkah konkret, seperti operasi pasar jika diperlukan,” pungkasnya.

Langkah proaktif ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat Asmat dalam menjalankan ibadah puasa tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *