KENDARI — Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi bergerak. Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, melantik delapan Kepala Dinas (Kadis) dan Pejabat Tinggi Pratama baru dalam upacara pengambilan sumpah jabatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin (20/04/2026).
Langkah ini tidak hanya menyasar level eselon II, tetapi juga mencakup perombakan pejabat administrator, pengawas, hingga fungsional sebagai upaya penyegaran birokrasi dan percepatan program strategis daerah.
Daftar Pejabat Tinggi Pratama yang Dilantik
Berikut adalah delapan pejabat yang resmi menempati posisi strategis baru di lingkup Pemprov Sultra:
-
Muhammad Rajulan: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
-
Muhammad Fadlansyah: Kepala Dinas Perhubungan Sultra sekaligus Plh. Sekda Sultra.
-
J. Robert: Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
-
Mustakim: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
-
Andrian: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra.
-
Andi Syahrir: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra.
-
Dewi Rostaria: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.
-
Wawan Arianto: Kepala Biro Organisasi Pemprov Sultra.
Pesan Gubernur: Integritas dan Adaptasi Cepat
Dalam arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa rotasi jabatan adalah hal lumrah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Ia memastikan kesiapan mental para pejabat sebelum secara resmi membacakan pernyataan pelantikan.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya berharap pejabat yang baru dilantik segera melakukan adaptasi cepat, terutama pada instansi krusial seperti Bappeda dan BRIDA sebagai motor perencanaan, serta Dinas ESDM yang mengelola potensi sumber daya alam unggulan kita,” tegas Gubernur.
Fokus pada Stabilitas Birokrasi
Penunjukan Muhammad Fadlansyah sebagai Kadis Perhubungan sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Sekda Sultra menjadi poin krusial dalam perombakan ini. Hal tersebut menandakan komitmen Gubernur untuk menjaga stabilitas administrasi pemerintahan di tingkat tertinggi.
Melalui komposisi kabinet baru ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis dapat mencapai target-target pembangunan di sisa kuartal tahun 2026 secara lebih progresif dan transparan.














