JAKARTA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sukses menggelar Ibadah dan Perayaan Natal bersama di Balai Pertemuan Metro Jaya, Semanggi, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Acara yang didukung penuh oleh Polda Metro Jaya ini menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk tetap menjadi “terang” di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan ini dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan geopolitik yang tengah melanda dunia saat ini.
Natal Sebagai Peristiwa Keselamatan dan Kemanusiaan
Pengkhotbah ibadah, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, dalam pesan Natalnya menekankan bahwa kelahiran Yesus merupakan peristiwa keselamatan yang nyata, bukan sekadar seremoni. Sementara itu, Wakil Uskup untuk umat Katolik TNI-Polri, Romo Yos Bintoro, menyebut sinergi antara PWI dan Polri sebagai simbol harapan.
“Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan membawa perubahan, dimulai dari keluarga sebagai kesatuan manusia yang paling kecil,” ungkap Romo Yos. Dalam rangkaian doa tersebut, jemaat juga secara khusus mendoakan masyarakat Indonesia yang tengah terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
PWI Sebagai Lilin Penerang Melalui Jurnalisme Etis
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menegaskan komitmen organisasi untuk merawat toleransi di seluruh Indonesia. Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga stabilitas bangsa.
“Wartawan diharapkan menjadi seperti lilin-lilin kecil yang menerangi kehidupan bangsa melalui karya jurnalistik yang bertanggung jawab, beretika, dan mencerahkan,” ujar Zulmansyah.
Senada dengan hal tersebut, Soegiharto Santoso (Hoky), Pemimpin Redaksi Media Online BISKOM yang juga Ketua Dewan Pengawas FORSIMEMA-RI, mengapresiasi tema keluarga yang diangkat. “Keluarga adalah fondasi utama membangun karakter bangsa yang beretika dan berdaya saing,” tuturnya.
Apresiasi dari Mabes Polri dan Tokoh Pers
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, yang hadir mewakili Kapolri, menyampaikan pesan optimisme. Di tengah eskalasi politik dunia, Indonesia patut bersyukur karena mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen, berada di peringkat tiga besar negara G20.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
-
Dr. Benny Jozua Mamoto (Dewan Pengawas KPK)
-
Beni Siga Butarbutar (Dirut LKBN Antara)
-
Iman Brotoseno (Dirut TVRI)
-
Rosiana Silalahi (Dirut Kompas TV)
Ketua Panitia, Edison Siahaan, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang juga didukung oleh jajaran panitia lintas media. Perayaan ini ditutup dengan semangat kebersamaan untuk menyongsong tahun 2026 dengan karya-karya jurnalistik yang menyejukkan.












