Keraguan masyarakat calon pendukung atau pemilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati pastinya terletak pada kebijakan dan program yang dianggap gagal atau tidak terlaksana pada periode sebelumnya. Mundjidah – Sumrambah meyakinkan pemilih muda, seniman, dan budayawan dengan terlibat langsung bersama dalam program aspirasi karya ‘Hajar Murah’.

Di Stadion Merdeka Jombang (9/11/2024) Laju Muda dimana berisikan kumpulan anak muda Jombang melaksanakan programnya yang kedua bernama Hajar Murah.
Hajar Murah memberi kesempatan para pemilih muda yang merupakan pelaku ekonomi kreatif atau generasi dengan segala talent yang dimiliki hingga melibatkan pelaku seni dan budaya ludruk Budi Karya dalam unjuk karya kidungan yang dilombakan dan diberi hadiah HP sebagai bentuk apresiasi.

Apresiasi ini dengan harapan seni ludruk yang merupakan seni tradisi lokal akan semakin dikenal dan dibangkitkan kembali berangkat dari kidungannya. Pantun bahasa Jawa yang mengena karena susunan rimanya dan petuah atau ajakannya.

Seperti yang disampaikan Budi Karya “Nuthul laos keliru jae ayo nyoblos nomor siji ae, ono janur nok pinggir kali mari dijantur terus dilapi, dulur-dulur ojo nganti lali tanggal pitulikur nyoblos nomor siji.”
Senada dan bernuansa lebih muda, Abin dari Kecamatan Tembelang tepatnya kali Kejambon tak mau kalah. “Woro-woro kanggo wong Jombang diluk engkas wayahe coblosan, ojo lali coblos nomor satu sing due tagline Jombang Melaju” dan ditambahi lagi sebagai penguat ajakannya, “Bu Mundjidah karo Pak Sumrambah programe luar biasa, pembangunan merata rakyat sejahtera.”

Paslon Mundjidah – Sumrambah menegaskan kembali apa yang disinggung oleh para pemilih muda akan harapan yang belum diwujudkan seperti adanya acara konser musik besar yang juga merupakan bagian dari ekonomi kreatif dan juga pengadaan atau pembangunan fasilitas olahraga seperti stadion/lapangan sepakbola.
Sumrambah menjelaskan bahwa di periode 2019-2024 kita semua jangan lupa dengan adanya COVID-19 yang merubah kebijakan pembangunan dan anggaran bahkan peradaban. “Ketika peta pembangunan stadion sudah dirumuskan dan mendapat persetujuan, pusat memerintahkan pengalihan anggaran pembangunan untuk penanganan COVID-19 begitu juga dengan konser republik ambyar Didi Kempot yang sudah direncanakan akan diselenggarakan di lapangan Ngoro,” jelasnya.

Hal ini juga telah disampaikan Mundjidah – Sumrambah di setiap kesempatan saat permintaan kunjungan di berbagai daerah di Jombang. Pertanyaan yang sama selalu dimunculkan dan penjelasan itu tetap sama yang artinya bahwa itu adalah perubahan kebijakan nasional yang kita semua tidak bisa menolaknya.
Dalam momen ini Mundjidah – Sumrambah meminta langsung untuk disampaikan dalam rilisan semua insan media bahwa Paslon Mundjidah – Sumrambah mengajak dan akan melibatkan semua masyarakat atau semua lapisan termasuk anak muda dalam membuat kebijakan untuk membangun Jombang lima tahun mendatang di semua sektor dan potensi yang dimiliki oleh Jombang.

“Anda semua bisa langsung berkomunikasi dengan kami tanpa melalui perantara jadi langsung buatkan janji untuk kami temui dan ayo kita bangun bersama Jombang untuk pembangunan merata dan rakyat sejahtera,” tegasnya menguatkan.














