JOMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), kembali sukses menggelar program Interkoneksi Wisata Religi. Program ini bertujuan membangun dan memperkuat jalur wisata antara tokoh-tokoh besar agama di Jombang.
Pada edisi terbaru, sebanyak 70 peserta yang berasal dari Jamaah Pengajian Desa Purisemanding (Kecamatan Plandaan) dan Jamaah Pengajian Desa Bugasur Kedaleman (Kecamatan Gudo) dijemput langsung menggunakan fasilitas bus Disporapar Jombang.
Peserta diberangkatkan pukul 07.00 WIB menuju destinasi pertama, di mana peserta diajak tidak hanya berziarah dan berkirim doa, tetapi juga diberikan penjelasan mendalam mengenai asal usul tokoh yang makamnya diziarahi.
Destinasi Ziarah Lintas Wilayah
Program Interkoneksi Wisata Religi kali ini mengunjungi beberapa makam penting di Jombang:
| Destinasi | Lokasi | Keterangan Singkat |
| Makam Mbah Buyut Sona | Desa Karangpakis, Kabuh | Berada di atas bukit kapur, menawarkan suasana mendaki mirip Makam Sunan Giri. Telah menjadi destinasi sejak tahun 2024. |
| Makam Mbah K.H. A. Wahab Hasbullah | PP. Bahrul Ulum Tambakberas | Ramai dikunjungi peziarah dari dalam dan luar pulau Jawa. Destinasi ini penting untuk membangun hubungan jalur wisata antar-pondok pesantren besar NU di Jombang. |
| Makam Mbah Sayyid Sulaiman | Desa Mancilan, Mojoagung | Pendiri Ponpes Sidogiri, makam ulama besar ini dikunjungi peziarah selama 24 jam. |
| Kawasan Wisata Religi Gus Dur (KWRG) | PP. Tebuireng | Destinasi akhir ziarah, tempat Makam Mbah K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). |
Sebagai penutup kegiatan, peserta diajak berkeliling area UMKM Seblak di sekitar KWRG untuk membeli oleh-oleh sebelum kembali ke titik penjemputan awal.
Program Interkoneksi Wisata Religi diharapkan tetap menjadi program andalan Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar di tahun 2026, meskipun dengan konsep yang mungkin sedikit berbeda, dalam upaya membangun branding wisata religi Kabupaten Jombang.













