Tiga poros yang muncul untuk Pilkada Sulut 2024 sudah dipastikan mendapatkan SK dari partai pengusung yakni Ely E Lasut (Demokrat) dan MEP (Golkar), Steven Kandouw (PDI-P), Yulius Selvanus Lumbaa (Gerindra) dan Tatong Bara (Nasdem) atau Victor Mailangkay (Nasdem).
Suasana mulai memanas, yaitu perdebatan antar kubu di beberapa media sosial Sulut ataupun dari narasumber langsung dimana disampaikan saat tim liputan salam olahraga turun ke lapangan.
“Yang namanya SK itu sewaktu-waktu dapat dirubah atau diganti, cuma Alkitab saja yang tidak bisa dirubah atau diganti,” ujar LW bercanda salah seorang Tokoh Masyarakat yang sudah sekian kali malang melintang di Tim Sukses beberapa Pilkada dan Pilbup wilayah Sulut.
Dari hasil survey di lapangan yang dilakukan, tim liputan merangkum keinginan dan harapan masyarakat Sulut untuk Pilkada 2024 ini.
Harapan masyarakat untuk Pilkada Sulut 2024 ini akan memiliki dampak signifikan terhadap arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Berikut beberapa harapan masyarakat yang kami rangkum:
1. Kebijakan Ekonomi
Gubernur dan wakil gubernur terpilih akan memiliki peran krusial dalam menentukan kebijakan ekonomi provinsi. Ini termasuk strategi untuk menarik investasi, pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian, serta upaya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah di Sulawesi Utara.
2. Infrastruktur dan Pembangunan
Pilihan pemimpin akan mempengaruhi prioritas pembangunan infrastruktur di provinsi ini. Hal ini mencakup pengembangan jaringan transportasi, fasilitas publik, serta proyek-proyek strategis yang dapat meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
3. Pendidikan dan Kesehatan
Kebijakan di sektor pendidikan dan kesehatan akan sangat bergantung pada visi pemimpin terpilih. Ini bisa meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan akses layanan kesehatan, serta program-program inovatif untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Sulawesi Utara.
4. Lingkungan dan Sumber Daya Alam
Sulawesi Utara kaya akan sumber daya alam, termasuk potensi kelautan dan pertanian. Pemimpin terpilih akan menentukan bagaimana sumber daya ini dikelola secara berkelanjutan, termasuk kebijakan terkait konservasi lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
5. Tata Kelola Pemerintahan
Pilkada juga akan berdampak pada sistem tata kelola pemerintahan di Sulawesi Utara. Ini mencakup upaya pemberantasan korupsi, peningkatan transparansi, serta inovasi dalam pelayanan publik.
Dengan mempertimbangkan dampak-dampak ini, masyarakat Sulawesi Utara diharapkan dapat memilih pemimpin yang tidak hanya memiliki visi jangka panjang, tetapi juga kemampuan untuk mengimplementasikan program-program yang membawa kemajuan nyata bagi provinsi ini.
Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Utara dapat lebih siap dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi yang penting ini. Mari bersama-sama mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan berintegritas demi masa depan Sulawesi Utara yang lebih baik.












