SUMENEP — Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 Kabupaten Sumenep kembali menuai apresiasi. Di penghujung tahun 2025, layanan terintegrasi ini terbukti tanggap dalam menangani aduan darurat masyarakat, menunjukkan sinergi yang solid antara pusat panggilan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lapangan.
Respons cepat ini dirasakan langsung oleh warga Perumahan Gunggung Center, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, saat menghadapi situasi darurat di lingkungan pemukiman mereka.
Evakuasi Ular dalam Waktu Singkat
Hidayaturrahman, salah seorang warga Perumahan Gunggung Center, menceritakan pengalamannya saat menghubungi layanan 112 pada Rabu (31/12/2025) pukul 16.00 WIB. Ia melaporkan adanya sepasang ular yang sedang kawin di area pemukiman yang meresahkan warga sekitar.
“Kurang dari sepuluh menit setelah saya melapor, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumenep sudah tiba di lokasi untuk menangkap ular tersebut. Saya sangat mengapresiasi kerja sama antara Call Center 112 dengan Tim Damkar yang langsung bergerak cepat,” ungkap Hidayaturrahman. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa sistem koordinasi antarinstansi di Sumenep sudah berjalan secara terstruktur dan efisien.
Layanan Darurat Terintegrasi dan Gratis
Penanggung Jawab Call Center 112 Sumenep, Arif Santoso, menegaskan bahwa layanan ini memang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaporkan segala jenis kondisi darurat, baik terkait kepolisian, kebakaran, hingga kebutuhan ambulans.
“Call Center 112 dapat dihubungi secara gratis dari ponsel, bahkan tanpa pulsa sekalipun. Layanan ini mencakup laporan keadaan darurat baik di wilayah daratan maupun kepulauan di Kabupaten Sumenep,” jelas Arif.
Siaga 24 Jam untuk Daratan dan Kepulauan
Pihak pengelola menjamin bahwa petugas siaga selama 24 jam penuh untuk menerima setiap laporan masyarakat. Arif menambahkan bahwa penilaian terbaik atas kinerja layanan ini sepenuhnya berada di tangan masyarakat.
“Jika ada masalah darurat di wilayah Kabupaten Sumenep, jangan ragu untuk menghubungi 112. Kami siap melayani 24 jam. Terkait kinerja kami, biarlah masyarakat yang menilai dan merasakannya langsung,” pungkasnya.
Keberhasilan evakuasi dalam hitungan menit ini diharapkan menjadi standar pelayanan publik di Kabupaten Sumenep dalam menyongsong tahun 2026, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.













