KKN: Secuil Pengabdian Mahasiswa untuk Negara

Sebagai mahasiswa, tugas utama selain kuliah adalah mengabdi kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan peran mahasiswa sebagai “Agent of Change” atau agen perubahan yang nantinya setelah lulus kuliah diharapkan merekalah yang menjadi sosok pelopor untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

Sebelum menuju ke jenjang skripsi, para mahasiswa akan melakukan proses KKN atau Kuliah Kerja Nyata. KKN dan mahasiswa adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan, siapapun yang pernah jadi mahasiswa pasti akan mengalami KKN.

Hal yang paling sulit dijalani ketika KKN adalah adaptasi dengan teman baru dan lingkungan baru, belajar hidup mandiri serta harus saling support antar teman. Disinilah rasa solidaritas pertemanan akan diuji.

Perjalanan tim salamolahraga.com ke kelompok 13 KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) di Desa Talun Kidul Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang pada tanggal 4 Agustus 2024 kemarin mengulik kegiatan dan keseruan teman-teman KKN kelompok 13.

Walau kegiatan KKN hanya berlangsung sebulan tapi sudah nampak chemistry antara warga setempat dengan para mahasiswa, hal ini mengukir kesan mendalam di hati para mahasiswa.

Salah seorang mahasiswi peserta KKN yang bernama Anggun menuturkan bahwa dia mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari keorganisasian, tanggung jawab, solidaritas, pertemanan bahkan berbaur dengan warga sekitar.

Mahasiswi yang mengambil jurusan sastra inggris ini juga mengungkapkan bahwa terkadang ada juga perbedaan pendapat dengan teman dan juga warga sekitar, tapi dia anggap hal itu enjoy aja, dan ketika ditanya apakah pernah merasakan cinlok dengan teman KKNnya, dia menjawab tidak pernah merasakan dikarenakan masa KKN yang berlangsung singkat dan juga mahasiswa prianya hanya 3 orang saja karena yang lain berstatus mahasiswa ekstensi yang kuliah sambil kerja.

Mahasiswi cantik yang berdomisili di Wonosalam itu juga mengatakan bahwa dengan KKN dia bisa berkumpul dengan para teman, dan meski begitu dia tidak mau mengulang kenangan indah masa-masa KKN dikarenakan kesibukan yang begitu padat.

Kesan yang teramat dalam juga dirasakan oleh mahasiswi lainnya yaitu Anis An Aisyah mahasiswi asal kota santri Jombang ini, yang mengemukakan bahwa KKN ini seperti mondok rasanya, kebersamaan dan tanggung jawab terjaga.

Dia juga berpesan kepada teman-teman yang lain untuk tetap kompak dan setia kawan karena selama mengikuti KKN di Talun Kidul ini mereka diajarkan apa arti kebersamaan dan tanggung jawab, diajarkan bagaimana caranya menyatukan hati dan pikiran terutama meredam ego masing-masing pribadi, yang penting adalah rasa kebersamaan.

Mahasiswi berkacamata yang mirip artis Oky Setiana Dewi ini juga menuturkan bahwa KKN ini adalah kenangan indah tapi tidak mau diulang.

Kesan manis KKN di Talun Kidul ini juga diutarakan oleh peserta mahasiswa dari jurusan tarbiyah Ainur Ridho. Dia mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan banyak pengalaman sekaligus ilmu yang bermanfaat, menjadi lebih tahu bagaimana cara berbaur dengan masyarakat sekitar.

Mahasiswa asal kota marmer ini juga mengungkapkan bahwa selama KKN dia tidak pernah merasakan cinlok dengan teman kelompoknya, dia menyatakan bahwa cinlok atau tidak itu tergantung individu masing-masing, kalau seseorang sudah punya komitmen kuat dengan pasangannya, tidak akan ada yang namanya cinlok.

Masa KKN yang hanya berlangsung satu bulan ini menyimpan sejuta kenangan, ada rasa suka, duka, sedih dan tentunya bahagia. Romantika kehidupan terbungkus jadi satu dalam waktu satu bulan. Ada sebuah ungkapan “Setiap ada pertemuan pasti ada juga perpisahan, tetapi dengan perpisahan tersebut bukan menjadi alasan untuk kita saling melupakan.” Kalau orang jawa bilang perpisahan ini tidak menyebabkan putusnya seduluran.

Penulis: HASAN CHOIRUDDIN AEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *