KEMENTRIAN KOPERASI DAN UKM SELENGGARAKAN PELATIHAN BARISTA JOMBANG UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN DAYA SAING

Foto: Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Jombang, Fahrudin Widodo memberi sambutan dan membuka program "Pengembangan Kapasitas SDM Usaha Mikro Berbasis Kompetensi dan Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Barista".
Foto: Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Jombang, Fahrudin Widodo memberi sambutan dan membuka program "Pengembangan Kapasitas SDM Usaha Mikro Berbasis Kompetensi dan Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Barista".

Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang disingkat KemenKopUKM menyelenggarakan pelatihan Barista untuk memperoleh sertifikat uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP sehingga kedepannya mereka akan dapat lebih meningkatkan mutu dan kemampuannya sebagai Barista.

Foto: Kadis Koperasi dan UKM Jombang beserta tim PT. Trans Indonesia Supercorridor idPLAY.
Foto: Kadis Koperasi dan UKM Jombang beserta tim PT. Trans Indonesia Supercorridor idPLAY.

Dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jombang, Fahrudin Widodo pada 1 Agustus 2024 yang bertempat di Hotel YUSRO Jombang dan dihadiri langsung oleh Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Ari Anindya Hartika.

Foto: Kadis Koperasi dan UKM Jombang menerima tanda kerjasama dari PT. Trans Indonesia Supercorridor.
Foto: Kadis Koperasi dan UKM Jombang menerima tanda kerjasama dari PT. Trans Indonesia Supercorridor.

Dalam sambutannya Ari menyampaikan, “Program ini bertajuk Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Berbasis Kompetensi dan Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Barista, kami bekerjasama dengan Trans Indonesia Supercorridor sebagai perusahaan yang menyertai perkembangan geliat usaha cafe yang lagi trend saat ini dimana dalam konsepnya pasti WiFi Cafe, sehingga Barista sebagai tokoh utama di dalamnya perlu dilakukan peningkatan skill dan nilai profesionalisme sebuah profesi yang memang sarat akan nilai komoditi dan berhubungan langsung dengan pertanian dan perkebunan kopi sebagai bahan baku utamanya. Oleh karena itu, kami adakan kegiatan ini di 10 titik dan Jombang merupakan titik yang ke-5 berdasar pertimbangan dari Deputi Bidang Usaha Mikro, Bapak Yulius, S.E., M.A., CFP®., Ph.D. bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jombang mencapai 5.06% dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yaitu sekitar 4.81% maka kita perlu kiranya menangkap tren sektor ekonomi yang ada di tingkat mikro yaitu di bidang usaha warung kopi atau cafe ini,” jelasnya.

Foto: Pelatihan meracik Latte dan Cappucino dengan menggunakan mesin.
Foto: Pelatihan meracik Latte dan Cappucino dengan menggunakan mesin.

Dalam kegiatan ini para Barista akan mendapat materi pelatihan mengelola bahan baku, teknik treatment kopi dengan peralatan, hingga teknik penyajian dan penyampaian produk ke konsumen. Setelahnya, sebagai kulminasi dari semua yang diberikan para Barista akan melakukan uji kompetensi yang nantinya akan divalidasi dan disertifikasi oleh BNSP.

Foto: Kementrian Koperasi dan UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Jombang, jajaran direksi Trans Indonesia Supercorridor dan seluruh peserta Program Peningkatan SDM dan Kompetensi Barista.
Foto: Kementrian Koperasi dan UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Jombang, jajaran direksi Trans Indonesia Supercorridor dan seluruh peserta Program Peningkatan SDM dan Kompetensi Barista.

Program KemenKopUKM ini disambut baik oleh Fahrudin Widodo selaku Kepala Dinas (KADIS) Koperasi dan UKM Kabupaten Jombang. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Koperasi dan UKM yang telah memutuskan Jombang sebagai tempat ke-5 (lima) dari 10 (sepuluh) tempat sasaran program Pembinaan dan Peningkatan Pelaku Usaha Mikro dan yang langsung divalidasi dengan sertifikasi oleh BNSP, para pelaku usaha yang berprofesi sebagai Barista dan menjadi peserta dalam program ini semuanya sangat muda-muda dan ini merupakan harapan bagi kita semua sebagai penerus pejuang ekonomi negara. Sebanyak 30 (tiga puluh) Barista yang menjadi peserta pada program ini saya sampaikan selamat dan terima kasih, semoga semua bisa menyerap ilmunya dan lolos uji kompetensi dan mendapat sertifikat dari BNSP yang akan mampu meningkatkan nilai usaha dan produk racikan kopi anda semua juga memberi value yang lebih tinggi untuk masa depan profesi Barista yang anda miliki. Semua kebutuhan dalam program ini pendanaannya langsung dari KemenKopUKM dan kami Dinas Koperasi dan UKM Jombang siap mendukung semua fasilitas yang dibutuhkan selama empat hari ke depan yaitu 31 Juli – 3 Agustus 2024,” pungkasnya.

Foto: Pemakaian Apron pada perwakilan peserta sebagai tanda Program Peningkatan SDM dan Kompetensi Barista telah dibuka dan dimulai.
Foto: Pemakaian Apron pada perwakilan peserta sebagai tanda Program Peningkatan SDM dan Kompetensi Barista telah dibuka dan dimulai.

Pembukaan pelatihan Barista ini ditandai dengan pemberian dan pemakaian apron dari perwakilan tiga peserta oleh (Asdep) Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Kadis Koperasi dan UKM Jombang, dan Dirut PT. Trans Indonesia Supercorridor yaitu Revolin Simulsah.

Penulis: DEDY F. ROSYADI, S.Pd., M.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *