Jakarta, 13 Juni 2025 — Pernyataan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka terkait Presiden ke-7 RI Joko Widodo menuai kontroversi. Dalam unggahan di akun media sosial X miliknya pada 9 Juni 2025, Dedy menyebut bahwa Jokowi “memenuhi syarat sebagai nabi” namun memilih menjadi manusia biasa yang dekat dengan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedy sebagai respons terhadap komentar warganet yang menyindir kedekatan Jokowi dengan masyarakat. Cuitan itu memicu perdebatan luas di media sosial dan mendapat respons negatif dari berbagai kalangan.
Sejumlah tokoh, termasuk relawan Jokowi, mengecam pernyataan tersebut. Relawan Projo, Silfester Matutina, menyebut bahwa Jokowi adalah manusia biasa dan menyayangkan glorifikasi berlebihan yang dapat menimbulkan kegaduhan.
Menanggapi polemik tersebut, Dedy Nur Palakka menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka pada 12 Juni 2025. Ia menyatakan bahwa ucapannya merupakan pandangan pribadi dan tidak mewakili sikap resmi PSI. Dedy mengaku telah ditegur oleh pengurus DPW PSI Bali dan menarik kembali pernyataannya demi menjaga keharmonisan dalam ruang publik.
Presiden Joko Widodo sendiri turut menanggapi isu ini. Ia menegaskan bahwa nabi terakhir adalah Muhammad SAW, dan meminta masyarakat untuk berpikir secara rasional. “Mikir yang rasional sajalah,” ujar Jokowi saat dimintai tanggapan oleh wartawan di Jakarta, Kamis (13/6).
PSI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi atau tindak lanjut terhadap Dedy, namun menyatakan bahwa pernyataan yang bersangkutan tidak mencerminkan sikap partai.












