PANCUR BATU — Sikap diam ditunjukkan oleh jajaran pimpinan Polsek Pancur Batu terkait simpang siurnya penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi, dan Kanit Reskrim, Iptu Junaidi Karosekali, enggan memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik “tangkap lepas” yang kini menjadi sorotan publik.
Isu ini mencuat setelah sebuah video penangkapan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan detik-detik Tim Opsnal yang menggunakan mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 2188 SJI mengamankan seorang pria yang diduga bandar narkoba di halaman parkir Indomaret Fresh Simpang Tuntungan, Jalan Jamin Ginting KM 15.5, Desa Baru.
Terduga Pelaku “Raib” dari Sel Tahanan
Meski aksi penangkapan tersebut disaksikan banyak warga dan terekam kamera, keberadaan terduga pelaku kini menjadi misteri. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa batang hidung pria yang diamankan tersebut tidak ditemukan di dalam sel tahanan Mapolsek Pancur Batu.
Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat mengenai adanya dugaan “main mata” antara petugas dengan pelaku kejahatan narkotika di bawah kepemimpinan Kanit Reskrim dan Kasubnit Ipda Edison Ginting, S.H.
Tokoh Masyarakat: Citra Polri Presisi Dipertaruhkan
Sikap bungkam pihak kepolisian mendapat kritik pedas dari salah satu Tokoh Masyarakat Pancur Batu, Sembiring. Ia menilai ketiadaan informasi resmi di tengah kasus yang sudah viral dapat merusak semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
“Jika penangkapan sudah viral dan ada bukti otentik, kewajiban kepolisian adalah memberikan klarifikasi. Apakah tersangka masih diproses, dilimpahkan, atau dilepaskan karena alasan hukum tertentu. Jika bungkam, publik akan berasumsi adanya praktik ‘tangkap lepas’,” tegas Sembiring.
Ia menambahkan, tanpa adanya transparansi, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di wilayah Pancur Batu dikhawatirkan akan merosot tajam.
Desakan Audit dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut
Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., serta Bid Propam Polda Sumut untuk segera turun tangan. Audit kinerja terhadap personel di lapangan dinilai mendesak guna memastikan marwah institusi Polri tetap terjaga dari oknum-oknum nakal.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ulang yang dilakukan kepada Kompol Junaidi dan Iptu Junaidi Karosekali belum membuahkan hasil. Pihak Polsek Pancur Batu lebih memilih menutup diri dari pertanyaan awak media terkait keberadaan terduga pelaku narkoba tersebut.












